You are here

Kemarau Ancam Penyaluran Logistik Pilpres

Wakil Bupati Sintang, Jarot Winarno menyatakan ancaman kemarau terhadap penyaluran logistik Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 mengingat 50 persen desa dan dusun di kabupaten itu harus dijangkau menggunakan transportasi air.

Wakil Bupati Sintang, Jarot Winarno menyatakan ancaman kemarau terhadap penyaluran logistik Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 mengingat 50 persen desa dan dusun di kabupaten itu harus dijangkau menggunakan transportasi air.

"Sekarang sudah memasuki musim kemarau, sekitar tiga minggu dan kondisi sungai benar-benar kering. Kondisi ini dapat menyulitkan penyaluran logistik serta pengiriman hasil pilpres," kata Jarot Winarno di sela rapat Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Kalbar di Pontianak, Senin.

Ia menambahkan, akan melakukan identifikasi daerah bersama pihak kecamatan untuk mengetahui cara pengiriman logistik pilpres yang paling tepat, aman, dan cepat.

"Misalnya saja, apakah harus berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor agar logistik sampai di desa atau dusun," kata dia.

Sedangkan untuk surat suara, Kabupaten Sintang telah menerima 264.129 lembar namun masih kekurangan 479 lembar yang sudah diajukan agar ditambah secepatnya.

Pemkab Sintang mengalokasikan dana sebesar Rp1,23 miliar untuk mendukung pelaksanaan pemilu baik legislatif maupun presiden hingga dua putaran.

Selain kemarau, ia juga mengeluhkan gaung pilpres yang kurang terasa di masyarakat. Menurut dia, salah satunya karena minimnya intensitas sosialisasi dan kampanye terbuka dari masing-masing pasangan.

"Hanya ada tiga kegiatan sosialisasi dan kampanye baik dari relawan, tim pendukung atau partai pendukung masing-masing pasangan," kata Jarot Winarno. Ia juga tidak memungkiri masyarakat di perbatasan cenderung tidak mempedulikan Pilpres bahkan ada yang tidak tahu siapa saja pasangan yang bertarung.

Ia berharap pelaksanaan Pilpres 8 Juli 2009 akan lebih baik dibanding Pemilu 9 April 2009. "Masalah di pemilu legislatif seperti daftar pemilih tetap, pleno yang tidak taat azas sehingga harus menyewa helikopter untuk membawa hasil rekap suara ke Pontianak dari Sintang," kata Jarot Winarno.

Tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Sintang pada pemilu legislatif mencapai 82 persen. "Harapan kami, dengan persiapan yang lebih baik, hasilnya jauh lebih baik lagi," katanya.

Jarot Winarno mengatakan, pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan upaya sosialisasi mengenai Pilpres 2009. Meski gaung pilpres kurang bergema seperti pemilu legislatif, namun ia mengingatkan seluruh jajaran Pemkab Sintang maupun pihak penyelenggara dan keamanan supaya tidak lengah.

"Ada potensi yang mungkin terjadi misalnya dari penertiban penambangan emas tanpa izin, penebangan liar maupun upaya mendapat nilai tambah kayu oleh penduduk lokal," kata Jarot Winarno.