Rencana penurunan tarif internet pada 2009 diharapkan mampu menurunkan tingkat belanja atau biaya konsumsi tetapi menaikkan content yang dapat didownload ataupun di-upload konsumen.
"Penurunan tarif internet itu bukan untuk menurunkan belanja tetapi menaikan content yang bisa didownload bahkan di-upload pelanggan," kata Dirjen Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Cahyana Ahmadjayadi, di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, pihaknya menargetkan peningkatan download dan upload content dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan saat ini.
Cahyana mencontohkan, bila biaya belanja internet seseorang yang semua Rp5 juta per bulan maka ketika tarif diturunkan diharapkan orang tersebut tidak mengurangi jumlah belanjanya tetapi menaikan bandwith-nya.
"Tarif internet murah diharapkan mendorong sewa bandwith lebih besar. Jika harga turun maka dengan biaya yang sama akan mendapatkan bandwith yang lebih besar sehingga content yang dapat didownload akan lebih banyak," katanya.
Menurut dia, apapun bentuknya infrastruktur teknologi informasi seluruhnya sama di dunia ini. Namun yang membedakan adalah content.
Oleh karena itu, industri content harus dipacu agar menjadi nilai tambah tersendiri dalam dunia TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Tanah Air.
Content merupakan byte-byte digital yang mengalir dalam infrastruktur umumnya berupa suara, musik, teks, gambar, dan video. "Jadi berapa jumlah belanja content itu sangat terkait dengan growth revenue semua operator dan ISP yang terkait dengan penyelenggaraan infrastruktur itu," katanya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
