You are here

UGM Belum Terima Pembatalan Kedatangan Obama

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta secara resmi belum menerima surat pemberitahuan pembatalan kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama ke universitas negeri tertua di Indonesia itu.

 

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta secara resmi belum menerima surat pemberitahuan pembatalan kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama ke universitas negeri tertua di Indonesia itu.

 

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

"Meskipun dari berbagai informasi dan pemberitaan menunjukkan Obama batal berkunjung ke Yogyakarta termasuk UGM, kami belum menerima pemberitahuan resmi pembatalan kedatangan presiden AS itu," kata Kepala Humas dan Protokol UGM Suryo Baskoro di Yogyakarta,Selasa (9/3).

Menurut dia, jika Obama benar-benar datang ke UGM tentu merupakan sebuah kehormatan. Namun, jika Obama batal berkunjung, hal itu tidak berpengaruh terhadap UGM.

"UGM tetap akan memberikan penghargaan kepada mendiang ibu Obama, Ann Dunham atas dedikasi dan jasanya dalam meneliti ilmu mikro ekonomi antropologi," katanya.

Ia mengatakan, penghargaan itu bukan dalam bentuk piagam atau plakat, namun melalui sebuah kolokium (sarasehan) yang menghadirkan para ahli dari dalam dan luar negeri.

Kolokium diadakan bertepatan dengan digelarnya konferensi internasional "Local Wisdom Global Solution" di Yogyakarta pada Oktober 2010.

"Konferensi internasional itu akan menghadirkan pembicara kunci mantan Wakil Presiden AS Al Gore dengan pembahas utama peraih Nobel Perdamaian 2006 dari Bangladesh, M Yunus," katanya.