Ruang raflesia II Orchardz Hotel Pontianak mendadak, Senin Malam (2/8) penuh dengan praktisi kesehatan. Pasalnya, 258 peserta praktisi mengikuti rapat kerja puskesmas se-Kalbar tahun 2010 ini, awalnya di Hotel Mercure. Tapi, kondisi Hotel Mercure mendadak tak bisa dipergunakan, panitia mengalihkan penyelenggaraan.
Usai makan malam, seluruh kursi penuh terisi. 230 Kepala Puskesmas, membaur dengan 14 Kepala Dinas Kesehatan dan 14 Kepala Bidang Kesehatan kabupaten/kota. Kegiatan bertajuk “peningkatan manajemen Puskesmas dalam rangka percepatan MDGs 2015, berjalan mengalir. Dari pusat, hadir Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Sri Indrawaty beserta Sesditjen, Purwadi turut memperkuat jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Kalbar mengayunkan langkah menuju Millenium Development Goals 2015.
Gubernur Kalbar, Cornelis dalam sambutannya dibacakan Sekda Provinsi Kalbar, Plt. H.Munsin, bangga dengan prestasi yang diraih puskesmas Kalbar, yaitu telah mendapat sertifikasi ISO pada tahun 2009. Bahkan, puskesmas di Kalbar menjadi pilot project dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2009-2010. “Hal ini menggambarkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas mendapat perhatian khusus dari dalam negeri maupun luar negeri,” tuturnya.
Dia, berharap prestasi dan mutu pelayanan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pengakuan mutu pelayanan kesehatan dari lembaga, lanjut dia, baik dalam maupun luar negeri memang penting. “Namun pengakuan dari masyarakatlah yang paling penting, mengingat masyarakat yang setiap hari merasakan pelayanan di puskesmas,” pintanya.
Senada apa yang diminta Gubernur, dua orang praktisi kesehatan, representatif dari 230 kepala puskesmas se-Kalbar yaitu, Puskesmas Kendawangan Kabupaten Ketapang, Eni Marlina, dan Puskesman Singkawang Tengah, Mursalin, menaruh asa melaksanakan program Indonesia Sehat 2015. “Kedepan, pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat memperhatikan puskesmas yang masalahnya cukup kompleks,” ujar Eni.
Menurut dia, menuju Indonesia Sehat 2015 perlu komitmen kongkrit. “Komitmen itu yaitu, penambahan kwalitas dan kwantitas sumber daya manusia, anggaran disesuaikan dengan kebutuhan yang tepat waktu dan biaya riil,” pintanya.
Karena itu, lanjut Eni, anggaran jangan keluarnya bulan desember, tapi tepat waktulah, agar pelayanan di daerah meningkat. Dia, mengusulkan selain sarana dan prasarana ditingkatkan, perlu pula pelatihan pola pikir membangun komitmen tenaga puskesmas. “Pola pikir ini perlu kesamaan persepsi, jika persepsi sudah sama, niscaya Indonesia sehat 2015 dapat dicapai,” tutur kepala puskesmas yang mengkoordinir 11 puskesdes ini.
Harapan Eni, diperkuat Mursalin. “Agar kwalitas tenaga puskesmas meningkat, perlu pelatihan teknis, semisal perencanaan dan penguatan tenaga kesehatan. Bahkan, dana operasional kesehatan ditingkatkan,” pinta pria berkacamata, memiliki pos kesehatan di 6 kelurahan, memiliki 90 staf ini, konkrit.
Ditanya komitmen pemerintah Pusat dalam memenuhi harapan Eni, Kalbar Selatan dan Mursalin, Kalbar Utara, Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Sri Indrawaty, menegaskan beberapa harapan itu sudah dituangkan dalam program Kementerian Kesehatan. Bahkan, kata Sri, sudah dibahas pemikiranan bagi kepala atau petugas puskesmas yang bertugas dipedalaman, pesisir dan perbatasan terkait penghargaan.
“Mereka akan dimudahkan naik pangkat, akan ada beasiswa bagi warga setempat,” jelas Master Kesehatan dan apoteker ini, mengakhiri pembicaraan sambil menuju lift di lantai sembilan.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
