Anggota Fraksi Partai Golkar di Komisi IV DPR, Firman Subagyo memandang kebijakan operasi pasar yang diambil pemerintah melalui Bulog hanya meredam laju kenaikan harga. Namun, kebijakan ini tidak efektif untuk mengatasi kerawanan pangan yang diperkirakan bakal terjadi awal Tahun 2011.
"Pemerintah ini hanya menjadi pemadam kebakaran. Ketika terjadi gejolak baru dilakukan operasi pasar. Problem operasi pasar ini one shot sedangkan kebutuhan kita kan jangka panjang," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR itu ditemui di Gedung Nusantara I Lt. 12, Senayan, Jakarta, Kamis (12/8).
Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, kebutuhan beras dalam negeri ada sekitar 32,7 juta ton per tahun. Sementara idealnya pemerintah harus mencadangkan 10 persen dari total kebutuhan beras nasional atau sekitar 3,27 juta ton. Namun hingga Februari tahun depan, stok beras nasional hanya 1, 6 juta ton atau sekitar 55 persen dari cadangan idealnya.
"Ini data yang saya dapat dari BPS. Artinya dari 32,7 juta ton, dengan ketersediaan 1,6 juta ton berarti masih minus 45 persen," urainya.
Firman mengingatkan, impor beras dari Thailand pun tidak bisa diharapkan untuk mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri. Karena itu, Fraksi Partai Golkar di Komisi IV DPR mendesak pemerintah tidak hanya fokus pada mitigasi, tapi juga adaptasi dengan memberikan fasilitas kepada petani.
Misal, dengan memperkenalkan benih yang tahan hama. Selain itu perlu juga dipikirkan untuk memberikan insentif kepada petani guna melindungi produksi pertanian yang terancam akibat perubahan iklim.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
