Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak. Dalam waktu dekat kedua pihak sepakat membangun pembangkit listrik tenaga nuklir untuk memenuhi pasokan tenaga kelistrikan di daerah tersebut.
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak. Dalam waktu dekat kedua pihak sepakat membangun pembangkit listrik tenaga nuklir untuk memenuhi pasokan tenaga kelistrikan di daerah tersebut.
”Pada Tahun 2025 mendatang Kalbar diperkirakan membutuhkan tiga kali lipat daya listrik dari masa sekarang. Kebutuhan sumber energi listrik di Kalbar saat ini belum mencukupi keperluan masyarakat banyak, seperti persoalan di negara-negara berkembang pada umumnya,’’ kata Kepala Bappeda Kalbar, Fathan A. Rasyid yang menyaksikan penandatangani MoU di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (16/7).
‘’BATAN tidak hanya bergerak pada satu bidang saja. Sebagai lembaga pemerintah serta lembaga penelitian kita sudah meprogramkan kesekjahteraan rakyat, dengan membangun industri perakitan ramah lingkungan, meskipun anggaran dan waktu yang diperlukan cukup besar,’’ kata kepala BATAN, Hudi Hastowo.
Lebih jauh ia mengatakan, di dalam perut bumi Khatulitiwa ini ada terdapat kandungan bahan uranium. Bahan tambang tersebut sudah tentu bisa memenuhi serta ada ketersedian bahan bakar mentah nuklir meskipun perlu diolah sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas Hastowo.
Hastowo mengatakan, mengenai pembagunan mesin tenaga nuklir di Kabupten Landak, setelah sekian lama pihaknya melakukan opserpasi lapangan, pihak BATAN akan membangun mesin tenaga nuklir yakni ‘mesin berkas elektron’. Mesin berkas elektron tersebut di bangun supaya bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bumi intan itu.
Sementara, Bupati Landak Adrianus Asia Sidot mengatakan, manfaat mensin berkas elektron tenaga nuklir ini nantinya sebagai upaya peningkatan produksi pertanian khususnya gabah. ”Pemanfaatan nuklir ini di harapkanya, biasa memacu para petani, menigkatnya hasil panen pertahun, serta bisa mensejahterakan masyarakat petani, baik skala kecil maupun besar,’’ katanya.
Untuk pembangunan jangka panjang, tambah Adrianus, Pemkab akan membangun industri alat-alat kesehatan berbasis bahan dasar karet, sebagai bahan utama karena Kabupaten Landak mempunyai potensi dalam pengembangan bahan baku latek, paparnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
