You are here

Populasi Sapi Potong di Kalbar 153.320 Ekor

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar H Abdul Manaf Mustafa mengatakan hasil sensus populasi sapi-kerbau di Provinsi Kalbar hingga 1 Juni 2011 mencapai 153.320 ekor.

"Hasil sensus sebanyak 1153.320 ekor sapi potong, 227 ekor sapi perah, dan 3.166 ekor kerbau," katanya.

Ia mengatakan, jika capaian ini dirinci sesuai jenis kelaminnya, sapi betina lebih mendominsi dibanding sapi jantan dengan jumlah terbesar pada kelompok umur dewasa atau lebih dari 2 tahun. "Sapi betina lebih mendominasi dalam populasi sapi di Kalbar,” jelasnya.

Pendataan ini, katanya, untuk memantapkan program swasembada daging sapi dan kerbau tahun 2014 (PSDS 2014), dan pemerintah melalui Kementerian Pertanian bekerjasama dengan BPS melaksanakan PSPK 2011 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

“Melalui PSPK ini, pemerintah memperoleh banyak informasi penting mengenai kegiatan peternak sapi potong, sapi perah, dan kerbau secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia mengharapkan hasil PSPK 2011 ini dapat memberikan gambaran mengenai hasil lengkap PSPK 2011. “Pemerintah melalu Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dapat segera memanfaatkannya bagi keperluan penyusunan dan review atas road map program swasembada dagung nasional yang lebih akurat,” harapnya.


Ketapang Mendominasi

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar Yomin Tofri mengatakan, berdasarkan data Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah, dan Kerbau (PSPK 2011) Kabupaten Ketapang mendominasi jumlah tertinggi

“Kabupaten Kubu Raya dominasi kedua dengan rincian 10,86 persen, dan masing-masing kabupaten/kota di bawah 10 persen,” katanya, Rabu (16/11).

Dikatakannya, pendataan ini dilaksanakan bersama Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam mendukung program swasembada sapi. “Data by name, by addreas menjadi kewenangan Kementerian Pertanian untuk penggunaanya,” jelasnya.

Jika dirinci menurut jenis kelamin, sapi potong betina sebanyak 56,90 persen, dibanding sapi potong jantan dengan jumlah terbesar pada kelompok umur dewasa yakni, 65,38 persen dari total sapi potonh betina.

Tahun 2010, kontribusi sub sektor peternakan terhadap perekonomian Kalbar sekitar 2,42 persen, sedangkan kontribusinya terhadap nilai tambah bruto pertanian pada tahun 2006 sekitar 9,94 persen, dan sedikit menurun menjadi 9,66 persen tahun 2010.

“Rata-rata pertumbuhan sektor pertanian selama 5 tahun terakhir, dari tahun 2006 sampai tahun 2010 sebeasar 4,62 persen per tahun,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi Kalbar selama kurun waktu tersebut sebesar 5,37 persen per tahun, karena dalam perekonomian kontribusi sub sektor pertanian baik terhadap perekonomian (PDRB) Kalbar, maupun terhadap sektor pertanian relatif kecil, maka pertumbuhan nilai tambah bruto sektor ini masih perlu ditingkatkan.