You are here

Jurusan Dakwah Gandeng Kalamulya Jakarta

Kali ini, Jurusan Dakwah STAIN Pontianak kembali menggandeng institute yang berpusat di Jakarta, yakni Kalamulya Instute Jakarta dalam pelaksanakan workshop serta pelatihan dai se-Kota Pontianak.

Ini bukanlah kerjasama jurusan dakwah dengan instansi lain di tingkat pusat. Sudah beberapa kali dilaksanakan jurusan dakwah, khususnya dalam penguatan integritas masyakarat muslim di Kalimantan Barat, seperti pada awal tahun lalu atau saat maraknya muncul di hadapan ada pergerakan negara Islam Indonesia, Jurusan Dakwah menggandeng Badan Nasional Penanggulangan  Terorisme (BNPT).

Dalam workshop dan pelatihan penguatan tenaga da’i di Kota Pontianak yang dilaksanakan Sabtu (12/11) lalu di ruang Nadwah, Jurusan Dakwah STAIN Pontianak diikuti oleh sebanyak 40 peserta dari berbagai da’i dan majelis taklim di Kota Pontianak. Ketua Panitia, Abdul Mukti Rouf saat diwawancarai menyampaikan,  banyak hal penting yang didapat oleh peserta dalam pelatihan tersebut. Baik pengetahuan, keterampilan, motivasi serta penguatan basic.

Ia menjelaskan, banyak hal terkait kedakwahan yang dilakukan. Begitu juga dengan keilmuan lainnya, seperti penulisan buku yang dilakukan oleh dosen jurusan dakwah. Dalam ruang lingkup mahasiswa, jurusan ini juga telah banyak menelurkan pendakwah muda baik pendakwah dari mimbar ke mimbar atau melalui media massa.

Ketua Jurusan Dakwah STAIN Pontianak Dr. Wajidi Sayadi mengharapkan dari workshop dan pelatihan da’i tersebut mampu memberikan sebagian tips dan motivasi untuk menjadi penda’i professional serta memiliki khas dan kekuatan dalam manajemen dakwahnya.

Salah satu peserta, Mursam mengatakan di Kalbar jarang melakukan sebuah workshop atau pelatihan untuk penambahan kreatifitas serta kemampuan para da’i muda mengembangkan apa yang telah diketahui. “Apa yang dilakukan jurusan dakwah merupakan suatu hal yang sangat diperlukan, khususnya da’i muda,” ujarnya.

Fasilitator pelatihan, Andi Fahmi menyampaikan bagaimana eksistensi jurusan ini dalam mengembangkan apa yang dimiliki. “Kita sangat mensupport. Karena ini bukan hanya kepentingan komunitas akan tetapi, untuk hidup beragama, berbangsa, dan bernegara,” tuturnya.