Mendukung peningkatan produksi padi, Bupati Pontianak, Ria Norsan, meminta para petani mengubah varietas yang biasa dengan bibit unggul yang memiliki produksi tinggi.
Mendukung peningkatan produksi padi, Bupati Pontianak, Ria Norsan, meminta para petani mengubah varietas yang biasa dengan bibit unggul yang memiliki produksi tinggi.
Seperti pengembangan varietas Inpari I dan meningkatkan intensitas pertanaman (IP) dari IP 200 menjadi IP 300, serta dalam penggunaan varietas unggul harus diimbangkan dengan penggunaan pemupukan berimbang sesuai anjuran.
“Dengan peningkatan produksi padi, diharapkan petani berhasil dalam usaha tani demi peningkatan pendapatan petani, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Ria Norsan, saat berdialog bersama Kelompok Tani Makmur, Kecamatan Anjongan, Rabu (24/2), kemarin, usai menggelar panen perdana padi unggul Inpari I.
Lanjutnya lagi, melalui komoditi tanaman pangan yang memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat dan seiring pertumbuhan junlah penduduk serta berkembangnya industri pangan dan pakan sehingga segi dari ketahanan pangannya jadi amat penting dan strategis, untuk dilaksanakan peningkatan produksi sektor pangan, salah satunya melalui sektor pertanian.
“Berbagai upaya peningkatan produksi tanaman pangan telah dilaksanakan baik. Antara lain melalui bantuan langsung benih unggul untuk meringankan beban petani dalam penyediaan dan penggunaan benih varietas unggul bermutu dan meningkatkan kesadaran penggunaan benih varietas unggul bermutu dan mendukung peningkatan produktivitas dan produksi padi,” katanya.
Selain itu, melalui program bantuan langsung benih unggul tersebut, diharapkan mendapat sasaran dalam meningkatkan penggunaan benih varietas unggul bermutu padi non hibri, padi hibrida dan jagung hibrida dan meningkatkan produktivitas pertanaman padi dan jagung yang mendapatkan bantuan benih unggul untuk mendukung peningkatan pangan nasional.
“Petani harus bisa menerapkan teknik pengolahan tanah harus diselesaikan dengan tipelogi lahan dan komoditi yang akan ditanam, serta penanaman dengan memilih benih dan bibit unggul bermutu dan pemupukan dengan memperhatikan daya dukung tanah, pengelolahan air yang didasarkan pada kebutuhan tanaman akan air dan pengendalian organisme pengganggu tanaman dan pengendalian hama terpadu, serta penanganan panen dan pasca panen dilakukan dengan cara tepat dan benar dan diskusikan semua permasalahan secara musyawarah bersama-sama dengan aparat setempat seperti mantri pani, PPL, aparat desa, pemuka agama dan pemuka masyarakat, sehingga permasalahan di sektor pertanian dapat teratasi,” katanya
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat petani juga berharap Pemda Kabupaten Pontianak, bisa memberikan bantuan pupuk, alat-alat pertanian dan pembangunan jalan usaha tani.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
