Kegagalan proyek pencetakan sawah yang diprogramkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pontianak dengan dana anggaran Rp 540 juta di APBD 2009, di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, menunjukkan bahwa program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani tidak berjalan baik.
Kegagalan proyek pencetakan sawah yang diprogramkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pontianak dengan dana anggaran Rp 540 juta di APBD 2009, di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, menunjukkan bahwa program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani tidak berjalan baik.“Berarti Distanak hanya asal menyusun program. Kalau memang terprogram dengan baik, pasti proyek yang dilaksanakan PT WM tidak akan gagal. Kegagalan ini, membuktikan Distanak tidak becus dalam melaksanakan program mereka,” kata Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M.A Muhammadyah.
Apalagi menurut Kabid Ketahanan Pangan Distanak, Zakirin, yang berencana tetap melaksanakan kelanjutan pencetakan sawah tahun 2010. Disarankannya agar direncanakan dengan matang. Sehingga pelaksanaan pembangunan proyek pencetakaan sawah tidak mengalami kegagalan lagi.
“Program yang demi kepentingan kesejahteraan masyarakat pasti kita dukung, tapi kalau memang gagal lagi nantinya, berarti memang dinas tidak memiliki perencanaan matang alias asal buat program saja,” tukas Muhammadiyah.
Sedangkan mengenai adanya desakan agar kejaksaan menyelidiki kegagalan proyek pencetakan sawah tahun 2009, dirinya, sangat mendukung.
“Bisa saja, terjadi kesalahan penggunaan anggaran yang merugikan negara. Kalau sudah gagal seperti ini, sudah pasti ada yang salah. Namun semuanya kita serahkan saja kepihak yang lebih berwenang untuk menyelidikinya,” katanya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
