Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Pontianak menilai proyek pencetakan sawah, Desa Kecurit, Kecamatan Toho yang gagal total terindikasi merugikan.
Untuk itu, LAKI akan berusaha mengumpulkan data terkait indikasi korupsi dana proyek tersebut, yang nantinya akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Mempawah agar ditindaklanjuti dengan penyelidikan.
“Sekecil apapun bila merugikan uang negara adalah korupsi. Mengenai proyek pencetakan sawah yang gagal ini, Laki tidak akan tinggal diam. Kita akan mengumpulkan data, jika memang terindikasi korupsi, kita akan mendesak Kejaksaan menyelidiki kasus ini sampai tuntas,” kata Anggota Tim Investigasi LAKI Kabupaten Pontianak, M. Syaifullah, ditemui Rabu (17/3), kemarin.
Apalagi dengan gagal pelaksanaan proyek pencetakan sawah yang hanya mampu diselesaikan 18 persen oleh pihak perusahaan, tentu sangat merugikan masyarakat petani. Bahkan tidak menutup kemungkinan biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan hasil pekerjaan, serta sisa dana Rp 540 juta yang dianggarkan dalam pelaksanaan proyek pencetakan sawah, belum jelas berapa jumlah dana yang dikembalikan ke kas negara.
“Kita mendukung Kajari menyelidiki dugaan korupsi dana proyek pencetakan sawah ini. Untuk itu, kami juga akan mengumpulkan data guna memperkuat indikasi korupsi pembangunan pencetakaan sawah ini,” kata Syaifullah yang juga selaku Ketua LAKI Kecamatan Sungai Pinyuh ini.
Sedangkan Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP), MA. Muhammadiyah, menilai gagalnya proyek pencetakaan sawah ini, disebabkan dari awal pelaksanaan program sudah tidak jelas.
“Kita sangat menyayangkan, dengan dana cukup besar proyeknya gagal. Bahkan ingin dilanjutkan lagi tahun 2010 ini. Kalau boleh saran, lebih baik mencari lokasi yang strategis dan perencanaan harus dengan matang. Jangan proyek seperti ini, dijadikan mencari keuntungan pribadi, golongan, atau kelompok tertentu. Tapi kita berharap hal seperti ini, jangan sampai terjadi,” katanya.
Mengenai adanya desakan ke Kejaksaan Negeri Mempawah menyelidiki kegagalan proyek pencetakan sawah ini, dirinya sangat mendukung sekali, sehingga kedepannya setiap pelaksanaan proyek di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pontianak bisa berjalan dengan baik.
“Selama ini, kita tidak mengetahui hasil real di lapangan. Laporan selalu dikerjakan dengan baik. Namun kalau gagal seperti ini, tentu ada apanya,” tegas Muhammadiyah.
Ia sangat mendukung Kejaksaan menyelidiki walaupun ada tidaknya ditemukan tindak pidana korupsi, terpenting ada keseriusan pihak aparat hukum dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dugaan korupsi di Kabupaten Pontianak.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
