You are here

Pemda Harus Selektif Pilih Kontraktor

Kualitas hasil pelaksanaan tentu tidak terlepas dari pihak kontraktor selaku pelaksanan proyek. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pontianak, Syarif Shaleh, menyarankan Pemda Kabupaten Pontianak dan dinas instansi terkait elektif menentukan pemenang teder proyek yang ada di Kabupaten Pontianak.

“Kalau kita tahu tahun sebelumnya, ada pelaksana proyek yang hasil pekerjaan tidak baik, sebaiknya jangan diikutsertakan lagi. Pilihnya kontraktor yang sudah terpercaya dan selalu memberikan kualitas terbaik terhadap pekerjaannya,” katanya.

Beberapa proyek pembangunan tahun 2009, yang dinilai bermasalah dan masih dalam tahap pemeliharaan seperti Jalan Moton Asam-Anjongan, Pengerukan Pelabuhan Kuala Mempawah dan Normalisasi Sungai Kepayang-Terdu, maupun proyek pembangunan lainnya, Legislator Partai Golkar ini, meminta pelaksana proyek agar masa pemeliharaan benar-benar memperbaiki kekurangan-kekuarangan yang ada.

Sehingga usai massa pemeliharaan kualitas proyek yang sangat memuaskan dan tidak merugikan masyarakat. Bahkan Shaleh, mengharapkan tahun 2010, proyek pembangunan fisik di Kabupaten Pontianak, harus mengutamakan kualitas.

 “Komisi C akan terus memantau beberapa proyek yang masih dalam massa pemeliharaan. Tapi kalau memang hasilnya tetap tidak memuaskan, kita akan membentuk Pansus terhadap proyek tersebut, jika memang hasil sangat memuaskan kita juga akan memberikan aplus,” katanya.

Bahkan dirinya, meminta dinas instansi di Kabupaten Pontianak, agar memblacklist perusahaan atau kontraktor yang tidak mampu melaksanakan kewajibannya dengan baik. Sehingga kedepannya pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pontianak tepat sasaran dan menguntungan bagi daerah dan masyarakat.

“Jangan takut memblacklist perusahaan yang bermasalah. Saya rasa masih banyak perusahaan lain, yang mampu melaksanakan kewajibannya dengan kualitas yang sangat baik,” katanya.