You are here

Ketua Komisi A Diteror Penelepon Gelap

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pontianak, Susanto, tidak menduga dirinya mendapat diteror dari penelepon gelap lantaran mendukung Kejaksaan Negeri (Kajari) Mempawah untuk menindak tegas oknum pejabat atau masyarakat yang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara.

“Komentar saya di media mengenai kasus korupsi embung padi membuat saya sempat di teror melalui telepon. Orang yang menelpon, dengan menggunakan nomor rahasia,” kata Susanto.

Susanto, menjelaskan dimana sang peneror mengancam agar tidak asal berkomentar di media terkait masalah kasus korupsi tersebut. Jika tidak bakal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap dirinya.

“Saya kira teman yang menelepon dengan merahasiakan nomor Hp nya. Ketika diangkat, penelepon berkata, mengapa kamu berkomentar di media minta kejaksaan minta tahan pelaku, sedangkan pihak kejaksaan tidak sampai disitu,” katanya.

Merasa diteror, Susanto, yang merasa tidak melakukan kesalahan menantang di peneror untuk bertemu langsung, bahkan menanyakan siapa yang orang dibalik aksi teror tersebut. Bahkan dirinya secara tegas, tidak takut terhadap aksi teror penelpon tersebut

“Penelpon tidak mau menyebutkan nama orang yang menyuruhnya, bahkan dia bilang saya tidak boleh tahu. Saya tantang untuk ketemu langsung, tapi penelpon tidak mau. Karena saya benar, maka saya tidak merasa takut dengan aksi teror tersebut,” katanya.

Walaupun mendapat aksi teror tersebut, Susanto, secara tegas tetap mendukung Kejari Mempawah agar lebih tegas dalam menindak para tersangka korupsi, serta tidak setengah hati dalam melakukan pemberantasan praktek korupsi di masyarakat.

“Saya tetap mendukung kejaksaan mengusut segala kasus korupsi yang terjadi. Dan tidak pandang bulu terhadap para pelaku korupsi. Baik oknum pejabat, aparat hukum itu sendiri serta masyarakat. Jika memang terbukti melakukan tindak pidana korupsi, tetap harus ditindaktegas sesuai aturan hukum di negeri ini,” ungkap Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan ini.