Menyambut musim tanam, para petani di Dusun Barat Desa Sungai Bakau Besar Laut (SBBL), Kecamatan Sungai Pinyuh, Jumat (11/11), kemarin menggelar ritual tolak bala yang sudah turun-temurun dilaksanakan.
Menurut Ketua Kelompok Tani Bersama Desa SBBL, Rasidi Ilyas, mengatakan ritual dilaksanakan di tepian persawahan tersebut wujud para petani memohon kepada Allah agar hasil pertanian bisa tumbuh subur, melimpah dan terhindar dari gangguan hama padi. “Selain itu, kita juga ingin menyamakan persepsi terkait waktu pelaksanakan penanaman padi secara serentak dalam upaya menghindari serangan hama, seperti tikus, burung dan wereng,” katanya.
Pada pertemuan tersebut, Rasidi memohon kepada Pemda agar membangun saung pertemuan bagi kelompok tani. Sehingga bisa dimanfaatkan para petani untuk berdiskusi dan menjadi wadah untuk dilaksanakannya sekolah lapangan.
“Kami mengharapkan dibangunkan saung sehingga para petani bisa bertukar informasi dan penyuluh pertanian juga mudah memberikan penyuluhan, semoga saja keinginan ini segera terealisasi,” katanya.
Selaku ketua kelompok tani, Rasidi, juga meminta para petani dan masyarakat untuk menjaga tanaman manggrove guna mangantisipasi masuk air laut ke sawah petani. “Tanaman mangrove penting dijaga kelestarian, sehingga air asin dari laut tidak masuk ke sawah,” katanya.
Sedangkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Sudarno, mengatakan semangat kebersamaan petani SBBL harus tetap dipertahankan. Karena sangat penting bagi produsktivitas hasil pertanian. “Kalau mau menanam harus kompak, jika tidak tanaman padi akan mudah diserang hama, seperti tikus. Untuk itu, kekompakan dan semangat kebersamaan harus selalu dijaga dengan baik, sehingga hasil pertanian juga baik,” katanya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
