You are here

Target Kelulusan UN SMA 88 Persen

Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi menargetkan tingkat kelulusan SMA pada tahun ajaran 2009/2010 mencapai 88 persen. Target tersebut lebih tinggi daripada pencapaian angka kelulusan siswa SMA pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 57,82 persen untuk SMA IPA dan 64,53 persen untuk jurusan IPS.

Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi menargetkan tingkat kelulusan SMA pada tahun ajaran 2009/2010 mencapai 88 persen. Target tersebut lebih tinggi daripada pencapaian angka kelulusan siswa SMA pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 57,82 persen untuk SMA IPA dan 64,53 persen untuk jurusan IPS.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Melawi, B Darmo Cl ketika mensosialisasikan Ujian Nasional (UN) di depan bupati Melawi dan kepala sekolah SMA dan SMP se-Kabupaten Melawi, Kamis (11/3), di Aula Disdik.

“Kami menargetkan persentase kelulusan untuk SMA/MA IPA sebesar 88,64 persen dan SMA/MA IPS sebesar 88,60. Sedangkan untuk SMK ditargetkan 94 persen,” ujar Darmo.

Darmo menuturkan, kendati hasil UN pada tahun ajaran sebelumnya tidak begitu baik, ia berharap hal tersebut tidak kembali terulang di tahun ini. Pada tahun sebelumnya hampir separuh siswa SMA gagal dalam UN tersebut. Menurutnya, buruknya hasil UN tahun lalu disebabkan karena adanya peningkatan standarisasi kelulusan dari 5,25 menjadi 5,5 serta masih kurangnya tenaga pengajar untuk tingkat SMA dan SMP.

“Masih banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang serta kekurangan tenaga guru untuk bidang studi tertentu,” terangnya.

Kendati demikian, menurut Darmo dengan adanya dengan kekurangan tersebut tidaklah dijadikan alasan untuk meraih hasil buruk dalam UN yang digelar seminggu lagi. Ditambahkannya, setiap sekolah harus mempersiapkan diri dengan menuntaskan seluruh materi pelajaran dan memberikan try out ujian di internal sekolah.

Munculnya pro kontra penyelenggaraan UN pada akhir tahun lalu dengan munculnya putusan MA yang menghapus UN juga sudah dapat diakhiri. “UN merupakan bentuk evaluasi akhir di setiap jenjang pendidikan sehingga menjadi sub sistem dari sistem pembelajaran,” ujar Darmo.

Menurut Darmo, saat ini yang sering dipersoalkan sebagian masyarakat adalah kriteria kelulusan yang ditentukan oleh pusat.

Berdasarkan data Disdik Melawi, sebanyak 1.119 siswa SMA/MA akan mengikuti UN yang mulai digelar pada 22 Maret mendatang. 1.119 siswa tersebut terdiri dari 240 siswa jurusan IPA dan 879 siswa jurusan IPS. Sedangkan siswa SMK yang akan mengikuti UN sebanyak 328 siswa. Sedangkan UN SMP akan digelar pada 29 Maret atau seminggu setelah UN SMA yang diikuti 2.191 siswa.

“Untuk SMP kita menargetkan angka kelulusan sebesar 91 persen. Target ini cukup wajar karena tahun sebelumnya angka kelulusan SMP/MTs mencapai 90,29 persen,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Firman Muntaco, mengatakan masih belum tersedianya fasilitas serta prasarana yang memadai jangan membuat kita patah semangat.

“Saya terus berlari untuk mencapai berbagai target dalam pembangunan di Melawi, termasuk kemajuan dalam dunia pendidikan,” katanya.

Menurutnya saat ini yang terpenting adalah Melawi harus mampu mengejar ketertinggalan dalam berbagai bidang, baik dari segi sumber daya manusia, pembangunan, termasuk juga memperbaiki angka kelulusan siswa.