You are here

Tanjung Sari Ditetapkan Sebagai Desa Siaga Aktif

Untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui partisipasi masyarakat, Kementrian Kesehatan telah meluncurkan program desa siaga aktif. Di kabupaten Melawi, salah satu desa yang ditetapkan sebagai desa siaga aktif adalah desa Tanjung Sari di kecamatan Nanga Pinoh. Pencanangan Tanjung Sari sebagai desa siaga aktif dilakukan langsung oleh Bupati Melawi, Firman Muntaco di desa Tanjung Sari, Selasa (8/11).

“Program desa siaga aktif ini selaras dengan visi bupati dan wakil bupati terpilih untuk mewujudkan melawi sehat dan cerdas. Apalagi ini dilakukan bersama dengan partisipasi bersama seluruh masyarakat,” kata Firman dalam sambutannya.

Pencanangan desa siaga aktif sendiri dilakuka dalam rangka percepatan desa sehat terutama untuk lebih mempercepat pencapaian tujuan MDG's. Desa siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri.

“Adapun tujuan umum desa siaga adalah terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya,” ujarnya.

Camat Nanga Pinoh, Midi Amin mengatakan di dalam desa siaga aktif, seluruh masyarakat saling tolong menolong membantu masyarakat yang sakit. Misalnya saja program ambulan desa yang dapat dipergunakan untuk merujuk warga yang ke rumah sakit.

“Selain itu, keberadaan desa siaga akitf menjadi salah persyaratan puskesmas Nanga Pinoh agar bisa mendapatkan sertifikat ISO 9001,” katanya.

Tanjung Sari sendiri, ujar Midi merupakan desa pertama di kecamatan Nanga Pinoh yang telah ditetapkan menjadi desa siaga aktif. Sedangkan untuk kabupaten Melawi, Tanjung Sari merupakan desa ketiga yang telah menjadi desa siaga aktif.

Penetapan desa siaga aktif sendiri memiliki beberapa kriteria lengkap yaitu adanya forum masyarakat desa, memiliki sarana pelayanan kesehatan dasar (bagi yang tidak memiliki akses ke puskesmas / pustu, dapat dikembangkannya pos kesehatan desa (poskesdes), adanya UKBM  (Usaha Kesehatan Bersama Masyarakat) yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat seperti posyandu, warung obat desa, ambulan desa.

Selain itu di dalam desa siaga aktif juga memiliki sistem pengamatan penyakit dan faktor-faktor resiko yang berbasis masyarakat (surveilans epidemiologi), memiliki system kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana berbasis masyarakat , adanya upaya dan terwujudnya lingkungan yang sehat adanya upaya dan terwujudnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta adanya upaya dan terwujudnya keluarga sadar gizi (kadarzi).

Umar, ketua panitia peresmian Desa Tanjung Sari sebagai desa siaga aktif mengungkapkan saat ini telah ada 99 kader desa siaga aktif di Tanjung Sari, empat ambulan desa, ada kegiatan posyandu balita dan lansia, serta telah mengaktifkan kembali PKK, program dasawisma dan berbagai program lainnya.

“Kita juga ikut membantu biaya pasien yang dirujuk ke rumah sakit. Apalagi untuk usaha kesehatan bersama masyarakat, juga setiap kk ditarik Rp 4 ribu setiap bulannya,” tuturnya.