Peningkatan kualitas pendidikan harus diiringi dengan penyediaan infrastruktur yang memadai. Kendati saat ini sudah banyak sekolah yang berdiri sejak terbentuknya Kabupaten Melawi, persoalan infrastruktur tak jarang masih menjadi kendala, selain persoalan kekurangan tenaga pengajar.
Di SDN 13 Meligai, Desa Melana, Kecamatan Sokan misalnya saat ini masih memerlukan penambahan lokal baru mengingat di SD tersebut baru ada lima lokal ruang belajar.
“Sekolah kita berdiri tahun 1982 dengan jumlah lokal sebanyak 3 ruang belajar. Kemudian ada penambahan dua lokal pada tahun 2009. Kita masih perlu satu ruang belajar lagi sehingga tak perlu ada ruang yang disekat,” ujar Sijak, Kepsek SDN 13 Meligai.
Dikatakannya, karena kekurangan lokal, terpaksa satu lokal ruang belajar disekat menjadi dua untuk digunakan kegiatan belajar mengajar untuk dua kelas. Kondisi ini menyebabkan kegiatan belajar sedikit terganggu saat setiap guru menyampaikan materi.
“Jumlah siswa kita 70 orang. Jumlah PNS ada empat ditambah satu honor daerah dan satu guru honor komite,” ungkap Sijak.
Selain di Melana, kekurangan ruang belajar terjadi di desa Telaga Raya juga di kecamatan Sokan. Saat halal bihalal Bupati ke wilayah Sokan beberapa waktu lalu, terlihat di SD tersebut masih ada beberapa siswa yang mengunakan rumah dinas guru sebagai ruang belajar karena kekurangan lokal.
“Hal ini sudah dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan. Saat ini di SD Telaga Raya baru ada tiga lokal. Jadi perlu penambahan tiga lokal ruang kelas baru,” kata Syaiful Khair, Camat Sokan.
Saat bupati meninjau sekolah tersebut, bupati akan mengupayakan agar setidaknya dua lokal bisa didirikan pada tahun ini. Syaiful mengungkapkan, sedangkan untuk kekurangannya, bupati berharap, bisa ada swadaya masyarakat agar membantu penambahan lokal atau menunggu pada tahu berikutnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
