Dari 169 desa yang ada di Kabupaten Melawi, tidak semuanya telah dialiri listrik yang dipasok dari PLN sebagai sumber energi yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Dari 169 desa yang ada di Kabupaten Melawi, tidak semuanya telah dialiri listrik yang dipasok dari PLN sebagai sumber energi yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.Dan untuk mengatasi persoalan tersebut, menurut Kepala Bidang Energi dinas, Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Melawi, Hendry Akbar, saat ditemui di ruangannya, Rabu (10/2), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu solusi yang dapat diberikan kepada masyarakat, khususnya yang berada di daerah terpencil.
Dimana tidak terjangkaunya jaringan PLN maupun sumber-sumber energi yang dapat menghasilkan listrik, seperti adanya energi air untuk mengatasi masalah gelap gulita didaerahnya masing-masing.
“PLTS merupakan solusi yang dapat diberikan kepada daerah-daerah yang belum bisa menikmati listrik. Dan ini memang sedang terus dilakukan di Kabupaten Melawi sejak beberapa tahun terakhir. Alhasil, sudah ada 951 unit PLTS dan satu Unit PLTS terpusat didaerah Desa Perembang, Kecamatan Ella Hilir dengan daya 5000 Kw, yang ada di Kabupaten Melawi, mudah-mudahan dapat terus bertambah,” beber Hendry.
Hendry mengatakan, pemanfaatan sistem Photovoltaic dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah pedesaan dan daerah terpencil yang belum terjangkau listrik PLN. PLTS dapat digunakan untuk segala kebutuhan listrik, misalnya untuk kebutuhan rumah tangga, yaitu penerangan, pompa air, telekomunikasi, dll.
Cara mudah dan murah untuk mendapatkan tenaga listrik di rumah. PLTS adalah pembangkit listrik yang menggunakan energi yang diperbaharui dan tidak akan ada habisnya, serta tidak menimbulkan polusi lingkungan, mudah pemeliharaan dan pemasangannya serta tanpa radiasi elektromagnetik yang berbahaya bagi kesehatan. Satu unit PLTS mampu menghasilkan daya listrik sekitar 50 Wp atau setara dengan 148 watt, per jam per hari.Dengan catatan mampu menyerap sinar matahari minimal 65 persen. Karena masyarakat juga diberikan tiga buah lampu saja. Garansinya 10 sampai 12 tahun.
“PLTS sangat tergantung dari seberapa besar sinar matahari yang diserap. Semakin banyak yang disimpan maka akan semakin lama pula daya yang akan dihasilkan,” katanya.
Lebih lanjut pria ramah ini menjelaskan, dari 951 unit PLTS dan ditambah satu unit PLTS yang terpusat tersebut telah mampu melayani masyarakat dalam hal memberikan penerangan sebanyak kurang lebih seribu rumah.
“Satu unit PLTS tersebut ada yang dipasang untuk dua rumah, karena masyarakat sangat merespon positif akan program bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat,” terangnya
PLTS yang ada di Kabupaten Melawi, ungkap Hendry merupakan bantuan dari pemerintah pusat melaui program energy. Dan Distamben hanya memfasilitasi bagi masyarakat Melawi untuk mendapatkan bantuan tersebut.
“Ini merupakan program dari pusat, kita hanya perpanjang tangan saja, tentunya bagamana dalam memberikan pelayanan kepada publik agar dapat prima, dan PLTS telah kami coba untuk membantu masyarakat Melawi yang telah lama rindu akan adanya listrik didaerahnya,” tuturnya
Pada tahun 2010 ini, lanjutnya Distanben melaui Bidang energi telah melakukan pendataan sebanyak 40 Desa yang terdiri dari Sembilan Kecamatan di Kabupaten Melawi yang dinyatakan layak untuk mendapatkan PLTS dari program pusat. Baik itu dari Lembaga Pengembangan Ketenagalistrikan dan Energi (LPE) maupun program dari pembangunan daerah tertinggal (PDT). Namun, demikian Hendry mengaku belum mengetahui bagaimana perkembangan selanjutnya akan bantuan tersebut.
“Dari 40 Desa tersebut, totalnya ada sekitar 8010 rumah yang terdaftar sementara, dan itu kita lihat daerah yang lebih prioritas dengan berbagai criteria yang ada untuk mendapatkannya. Mudah-mudahan ini dapat disetujui,” katanya, penuh yakin.
Selain itu pula, pada tahun 2010 ini, Distamben juga sudah merencanakan untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berskala kecil didaerah Ribang Semalan. Mengingat untuk PLTMH, khususnya di Kabupaten Melawi, Hendry mengungkapkan baru satu unti saja yang sudah beroperasi dari program pemerintah yaitu didaerah Upit, Kecamatan Belimbing.
Sedangkan untuk PLTMH yang lainnya, merupakan PLTMH yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat bukan bantuan dari pemerintah. Seperti didaerah Boyu, Nyangai dan Ribang Semalan. Ia berharap pada tahun 2010 ini, PLTMH yang dibangun oleh swadaya masyarakat tersebut, juga mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk mengembangkannya, terutama masalah anggaran.
“Pada tahun 2010 ini, kita coba menganggarkan untuk Desa Ribang Semalan untuk dibangun PLTMH untuk berskala kecil,” ungkapnya.
Ia juga berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah, terutama masalah anggaran untuk mendukung program-program dari pusat yang sangat membantu sekali bagi masyarakat Melawi. Meskipun anggaran yang dialokasikan Distamben, Khususnya untuk bidang Energi sangatlah minim, Hendry mengaku tetap berusaha dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Melawi.
“Kita akui dana kita sangat minim sekali dalam menjalankan program, namun kita tetap berusaha dalam pelayanan publik, yang penting tetap terus semangat dan penuh rasa tanggung jawab,” pungkas, pria yang terlihat sangat fokus dalam masalah energi ini.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
