You are here

Pembangunan Jides Sungai Belitang Hampir Rampung

Ketua perkumpulan pemakai air (P3A) Dusun Senain dan Bohan Jaya, Desa Nanga Kompi, Kecamatan Sayan, Suherlan mengatakan bahwa pembangunan Jaringan irigasi desa (Jides) yang bersumber dari Sungai Belitang, yang saat ini dikerjakan oleh Kelompok Tani Sepokat, Dusun Senain sudah hampir rampung. Pembangunan Jides itu sendiri, terangnya bersumber dari dana pusat melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Melawi yang nilainya Rp 30 juta .

“Dengan adanya penambahan Jides di Dusun Senain ini, sehingga sangat memungkinkan adanya penambahan cetak sawah. Yaitu sekitar belasan hektar sawah. Secara otomatis telah menambah debit air irigasi yang sudah ada sekarang,” ucap pria yang akrap disapa Kang Welan ini ketika ditemui di Nanga Pinoh kemarin.

Senain yang merupakan salah satu basis pertanian di Kabupaten Melawi, saat ini baru memiliki sekitar dua jaringan irigasi desa yang sebelumnya dibangun oleh Dinas pekerjaan umum Kabupaten Melawi.

“Kami bersyukur sekarang sudah ada penambahan Jides, sehingga tidak perlu khawatir lagi mengalami kesulitan saat mengairi sawah. Karena selama ini, Jides yang ada terkadang mengalami kekeringan,” bebernya.

Jides yang sedang dikerjakan tersebut, lanjut Welan mengambil air yang bersumber dari Sungai Belitang. Dengan total panjang irigasi sekitar 597 meter, dengan kedalaman rata-rata 50 cm dan lebar sekitar 1,5 meter.

“Pembangunan Jides kami lakukan secara swadaya, khususnya kelompok tani Sepokat. Pembangunan sudah dimulai sejak bulan Agustus lalu, yang insyaallah akan selesai pada bulan Nopember ini. Kami juga berharap pada tahun depan ada penambahan biaya pembangunan Jides tersebut, untuk menambah beberapa kekurangan yang ada,” ungkap pria berjanggut ini dengan ramah.

Ia menuturkan bahwa untuk saat ini saja, percetakan sawah di Senain ada sekitar 35 hektar cetak sawah yang sudah produktif. Itu artinya, dengan adanya penambahan Jides memungkinkan adanya penambahan percetakan sawah di Senain. Sebagai upaya mewujudkan swasembada beras.

“Kami berharap dengan adanya Jides yang baru tersebut, pemerintah kabupaten dapat membuat kembali penambahan percetakan sawah disini. Dengan harapan produksi padi dapat mengalami peningkatan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Melawi, Malin menilai bahwa keberhasilan swasembada beras, tidak terlepas dari peran besar pembangunan dan pengembangan sarana irigasi baik ekstensif maupun intensif.

Untuk itu, praktisi asal PDI Perjuangan ini berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan sebagai leading sectornya harus senantiasa berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pertanian yang dimaksud. Salah saru upaya itu seperti dengan terus meluncurkan proyek Jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) dan jaringan irigasi desa (JIDES) baik yang berasal dari dana alokasi khusus maupun APBN.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa , Air merupakan salah satu faktor penentu (determinan) dalam proses produksi pertanian. Oleh karena itu investasi irigasi menjadi sangat penting dan strategis dalam penyediaan air untuk pertanian. Dalam memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan usaha tani, maka air harus diberikan dalam jumlah, waktu dan mutu yang tepat. Jika tidak maka tanaman akan terganggu pertumbuhannya. Itu yang harus diperhatikan jika kita menginginkan sebuah hasil produksi yang berkualitas,” jelas Malin, ketika ditemui Borneo Tribune, beberapa waktu lalu.