Sekretaris LSM Forum Peduli Reformasi Indonesia (FPRI) Kabupaten Melawi, Suwarno, mengatakan dalam Musrenbang harus didukung oleh data observasi di lapangan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan data pendukung dari Musrenbang itu sendiri. Sehingga hasil pembangunan yang dilakukan dapat benar-benar efektif dan tepat sasaran.
Sekretaris LSM Forum Peduli Reformasi Indonesia (FPRI) Kabupaten Melawi, Suwarno, mengatakan dalam Musrenbang harus didukung oleh data observasi di lapangan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan data pendukung dari Musrenbang itu sendiri. Sehingga hasil pembangunan yang dilakukan dapat benar-benar efektif dan tepat sasaran.
“Musrenbang harus didukung oleh perencanaan teknis yang baik. Jangan sampai hasil Musrenbang hanya melihat unsur kepentingan saja, tanpa didukung data di lapangan,” terangnya, saat mendatangi Borneo Tribune, baru-baru ini.
Warno mencontohkan masalah pertanian, dimana pemerintah daerah cukup memberi perhatian pada sektor ini. Dengan memberikan kucuran dana setiap tahun yang nilainya cukup fantastis. Misalnya untuk penyediaan barang seperti pupuk dan handtraktor. Namun ternyata sawahnya saja tidak ada.
“ Itu terjadi karena tidak ada observasi lapangan, untuk mengetahui kondisi atau hal-hal yang diperlukan untuk meneruskan pembangunan tersebut. Jangan menghamburkan uang rakyat yang justru akhirnya akan terkesan mubajir, ” kesalnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
