You are here

Melawi Lancar Mulai Terealisasi

Bukan sebatas isapan jempol atau retorika belaka. Komitmen Bupati Melawi, Firman Muntaco dalam membenahi Melawi yang lebih baik, perlahan mulai terealisasi. Salah satunya seperti mewujudkan Melawi lancar.

Terbukti, ruas jalan dalam Ibu Kota Nanga Pinoh kini sudah mulai dibenahi, yang rencananya akan dibuat dua jalur. Tidak hanya itu saja, aspal mulus mulai terbentang. Jalan berlubang dan berlumpur yang menghiasi Nanga Pinoh, perlahan mulai tinggal cerita.

Pembenahan infrastruktur memang menjadi prioritas orang nomor satu dilingkungan Pemkab Melawi saat ini.

“Pemerintah Kabupaten Melawi tampaknya lebih memprioritaskan perbaikan infrastruktur di Kota Nanga Pinoh, yang memang menjadi pusat perekonomian dan pemerintahan. Alhamdulillah, perlahan akses jalan darat mulai lancar. Karena sudah mulai teraspal dengan mulus. Ini yang sudah lama kita rindukan sebagai masyarakat,” ungkap Agung, salah seorang warga Melawi kepada Borneo Tribune, belum lama ini.

Namun demikian, dirinya berharap pembenahan infrastruktur tidak hanya terfokus untuk Kota Nanga Pinoh saja. Lantaran masih banyak kecamatan lainnya yang membutuhkan perhatian serius masalah infrastruktur yang masih lemah. Sehingga perlu peningkatan. Seperti yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Menukung, Belimbing Hulu, dan Tanah Pinoh Barat.

“Tujuannya agar tidak terjadi kesenjangan, antara masyarakat yang ada di Kota Nanga Pinoh dengan masyarakat dikecamatan lainnya. Paling tidak ada pemerataan pembangunan. Dan itu bisa dimulai, jika infrastrukturnya sudah mulai dirasakan membaik. Karena sangat mempengaruhi sektor lainnya, seperti perekonomian,” katanya.

Untuk itu, ia meminta kepada pihak pelaksana kegiatan yang menangani perbaikan infrastruktur, baik itu jalan maupun jembatan. Agar dapat bekerja dengan maksimal dengan mengedepankan kualitas pekerjaannya.

“Sebesar apapun anggaran yang diberikan, jika dikerjakan dengan asal-asalan itu percuma saja. Bupati harus bertindak tegas, kontraktor nakal yang memiliki catatan buruk dalam mengerjakan sebuah proyek di Melawi, jangan lagi dipakai. Karena dikhawatirkan akan mencoreng visi yang telah dicanangkan saat ini. Baik itu, mewujudkan Melawi lancar, melawi cerdas, melawi terang, melawi sehat dan melawi kuat,” pintanya.  

Bapak dua anak ini juga meminta agar fungsi pengawasan Legislatif dapat lebih ditingkatkan, dalam mengawal pembangunan didaerah yang lebih baik, maju dan berkembang. Partisipasi publik juga sangat diharapkan dalam hal ini.

 “Masyarakat punya catatan masing-masing, siapa saja wakil rakyat yang memang betul-betul menjalankan tugasnya dengan baik sebagai perpanjang tangan rakyat. Untuk itulah, para anggota dewan kita yang terhormat harus memiliki taring yang kuat, bukan sebaliknya terjebak dalam sebuah sistem,” pungkasnya.