Menjelang pelaksanaan Pilgub pada tahun depan serta mulai munculnya selebaran-selebaran yang memberikan info menyesatkan, Kapolres Melawi, AKBP Yudi Hermawan, menghimbau agar masyarakat tak mudah percaya dengan isu yang muncul melalui selebaran.
“Saat ini mulai bermunculan selebaran gelap yang mengatasnamakan kelompok agama atau etnis tertentu. Tentunya kita berharap agar suasana keamanan dan ketertiban di Melawi tetap terjaga,” kata Yudi seusai pertemuan dengan Bupati Melawi dan tokoh masyarakat Melawi di kafe Kelanting, Selasa (8/11).
Polres Melawi sendiri telah berupaya keras untuk menghimbau masyarakat agar tak mudah terpancing dengan isu-isu semacam ini. Salah satu langkahnya adalah dengan melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh adat maupun tokoh agama. Tujuannya tak lain menjaga suasana kondusif di kabupaten Melawi dari berbagai isu menyesatkan tersebut.
“Apalagi menjelang pilkada pada tahun depan, tentunya eskalasi politik akan mulai meningkat. Di dalam Pilkada, permasalahah akan lebih komplek ketimbang Pilpres karena bisa saja isu-isu terkait SARA dan primordialisme muncul,” katanya.
Namun, Yudi mensyukuri kondisi kantibmas di Melawi yang tetap kondusif hingga hari ini. Namun, sebagai langkah antisipasi, dirinya juga tetap meminta agar bila ada isu meresahkan yang muncul melalui selebaran gelap, maupun sms agar cepat dilaporkan ke pihak berwajib.
“Dari masyarakat sendirilah yang kita harapkan dapat berperan meredam munculnya konflik akibat isu tak jelas. Masyarakat tetap kita himbau agar tidak berpengaruh,” katanya.
Imbauan dari Kapolres Melawi sendiri dilakukan setelah mulai munculnya selebaran gelap di salah satu kabupaten di Kalbar. Yudi tentu berharap agar kejadian ini tak terjadi di Melawi dan suasana keamanan dapat terus terjaga.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
