You are here

Infrastruktur Kabupaten Melawi, PR Bupati Terpilih

Pemilukada di Kabupaten Melawi diharapkan menghasilkan kepala daerah yang lebih serius lagi dalam membangun ‘Kota Juang’ untuk lima tahun ke depan.

Pemilukada di Kabupaten Melawi diharapkan menghasilkan kepala daerah yang lebih serius lagi dalam membangun ‘Kota Juang’ untuk lima tahun ke depan.

Bupati dan wakil bupati terpilih juga jangan hanya membangun daerah yang menjadi basis massanya saja ketika pemilukada pada 19 Mei mendatang. Ungkap salah seorang tokoh adat asal Kecamatan Ella Hilir, Abdul Karim AR yang ditemui baru-baru ini di Nanga Pinoh.

“Bupati dipilih oleh masyarakat langsung, dan dia tentu harus bertanggung jawab kepada rakyat, bukan hanya pada golongan tertentu atau masyarakat yang memilihnya saja,” tegas Karim.

Untuk membangun Kabupaten Melawi agar bisa maju dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, kata Karim, tentu pembangunan harus dilakukan secara adil dan merata. Perbaikan infrastruktur, seperti jalan harus mendapat perhatian penuh dari pemerintah.

“Yang tidak kalah penting, jangan ada pengkotakkan pembangunan yang hanya terfokus pada satu atau dua daerah saja, yang notabene hanya menjadi basis massa pemilihnya saja, tapi pembangunan harus merata dan menyeluruh,” ucapnya.

Seperti harapan masyarakat dari daerah pedalaman pada umumnya, Karim mengharapkan agar kondisi jalan menjadi perhatian yang lebih serius lagi oleh pemerintah.

Sebut saja jalan Nanga Pinoh-Ella Hilir yang dijanjikan akan mulus pada 2009 lalu, ternyata hingga kini tidak juga selesai.

“Jalan yang bisa dikatakan layak baru mencapai 70 persen saja, padahal ini jalan kabupaten, bukan jalan provinsi. Pemerintah harus jeli melihatnya, apakah ini kesalahan kontraktor atau kesalahan pimpro,” tegasnya.

Menurutnya, jalan memiliki fungsi yang amat strategis, karena menjadi salah satu pilar pendukung maju tidaknya roda perekonomian di daerah tersebut.

Menurut Karim, dengan jalan yang baik tentu roda perekonomian masyarakat akan berangsur-angsur membaik, karena transportasi yang lancar.

Selain persoalan jalan, bupati terpilih juga harus memperhatikan kesehatan masyarakatnya. Di Kecamatan Ella Hilir, menurutnya, masih banyak puskesmas pembantu di sejumlah desa yang tak ada tenaga medisnya.

“Tenaga medis di desa juga harus diupayakan oleh bupati terpilih di masa yang akan datang. Penyebaran tenaga medis jangan hanya terfokus di kita, tapi seharusnya juga dapat menjangkau ke desa-desa, termasuk di daerah pedalaman,” pintanya tulus.

Ketika ditanya mengenai kriteria bupati yang layak memimpin Kabupaten Melawi periode mendatang, ia berpendapat bahwa seorang bupati haruslah benar-benar berkeinginan untuk membangun kabupaten ini.

“Seorang putra daerah sekalipun kalau dia tidak mampu membangun Melawi, apa gunanya,” tandasnya.