You are here

Baru 36 Persen Masyarakat Melawi Nikmati Listrik

Hingga kini, listrik yang telah menjadi sebuah kebutuhan primer belum juga bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Di kabupaten Melawi sendiri, saat ini baru 36 persen rumah tangga yang baru bisa merasakan listrik, khususnya dari PLN. Sisanya, mengusahakan sendiri listrik dengan menggunakan generator pribadi, atau terpaksa berkutat dengan kegelapan dan keterisoliran.

Pemkab Melawi sendiri sudah mulai melakukan berbagai program, agar listrik tak hanya dinikmati oleh segelintir rakyatnya. Salah satu fokusnya melalui pembangunan jaringan listrik ke desa-desa yang belum mendapatkan pelayanan dari PLN. Tahun 2011 ini, ada empat desa yang beruntung mendapatkan bantuan proyek tersebut.

“Saya merasa bangga dan berterima kasih kepada Pemkab Melawi atas inisiatifnya untuk membangun infrastruktur listrik di Melawi,” kata Manajer PLN Area Sanggau, Arif Pramudya saat serah terima operasi jaringan listrik untuk empat desa dari Pemkab Melawi, Rabu (2/11) di Kantor Bupati. PLN Area Sanggau sendiri melingkupi lima kabupaten yang berada di wilayah timur Kalbar.

Dikatakan Arif, saat ini rasio elektrifikasi atau jangkauan listrik di kabupaten Melawi termasuk yang masih rendah karena dibawah 40 persen.

“Di Melawi, baru 36 persen rumah tangga yang sudah dijangkau dengan listrik, sesuai dengan data pelanggan PLN per September tahun ini. Termasuk dengan sambungan baru yang dilaksanakan melalui program Grass I dan II. Jadi masih ada 64 persen masyarakat Melawi yang belum menikmati listrik,” terangnya.

Arif sendiri mengakui, PLN tak bisa sekaligus mampu membangun jaringan distribusi PLN ke seluruh wilayah di Kalbar. Sehingga adanya inisiatif dari pemerintah daerah dengan membangun infrastruktur listrik, baik berupa pembangkit maupun jaringan adalah langkah yang luar biasa.

“Saat ini ada dua cara PLN membangun infrastruktur kelistrikan yaitu dengan menggunakan satker yang biasanya membangun listrik perdesaan menggunakan dana APBN, atau dengan menggunakan anggaran PLN. Tapi karena terbatas sehingga anggaran PLN lebih banyak digunakan untuk biaya operasional,” katanya.

Empat desa yang telah dibangun jaringan listriknya oleh Pemkab Melawi, kata Arif, asetnya tetap merupakan milik Pemkab Melawi. PLN hanya bertanggung jawab pada operasi dan pemeliharaan selanjutnya.

Sementara itu,Wakil Bupati Melawi Panji sebelum melakukan MoU serah terima jaringan listrik mengatakan peran pemerintah hanya sebatas penyediaan infrastruktur kelistrikan di kabupaten Melawi.

“Ini sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati terpilih untuk mewujudkan Melawi Terang. Sehingga apapun akan kita perjuangkan untuk mewujudkannya karena hal tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Empat desa yang mendapat bantuan jaringan listrik diantaranya adalah Desa Baru, Desa Tanjung Sari, Desa Popay dan Desa Lokajaya. Kabid Energi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Hilarius Lagi mengungkapkan, dana yang dialokasikan untuk membangun jaringan dan trafo tersebut mencapai Rp 1,771 miliar dari total dana Rp 2,286 miliar yang merupakan bantuan dari provinsi.