Duel terpanas di La Liga Primera akan tersaji pekan ini, saat dua tim terbaik Spanyol berhadapan. Panggungnya bertempat di Camp Nou, markas Barca, yang kedatangan Madrid, sang seteru abadi.
Hal itu bermuara pada hasil yang dituai Barca musim lalu, ketika disingkirkan Inter Milan --yang ditangani Mourinho-- di semifinal Liga Champions. Padahal Barca sangat berambisi lolos ke final dan jadi juara karena partai digelar di Santiago Bernabeu, markas kebesaran Madrid, atas nama rivalitas kedua tim Spanyol itu.
"Fans di Camp Nou takkan pernah memaafkanku karena memupuskan kesempatan mereka memenangi Liga Champions di Santiago Bernabeu. Dalam sudut pandang Barcelonistas, aku adalah persona non grata (orang yang tidak disukai atau tidak diinginkan --red), jadi aku akan dapat sambutan beraroma permusuhan."
"Tapi aku akan ke sana untuk terlibat dalam partai sepakbola dan begitulah adanya. Seperti yang selalu aku bilang: jika kami menang di hari Senin maka berikutnya akan ada hari Selasa. Jika kami kalah pun di hari Senin, esoknya akan ada Selasa. Makanya kami harus terus bekerja keras dan menikmati semuanya, apa pun yang terjadi," paparnya berfilosofi.
Selain itu, fans Barca juga niscaya belum lupa dengan sepak terjang Mourinho yang pernah mengalahkan Blaugrana saat menukangi Chelsea --klubnya sebelum Inter. Apalagi kini ia, seorang mantan asisten pelatih Barca, juga membesut Madrid yang jadi seteru utama.
"Begitulah sepakbola. Aku pernah mengalahkan mereka bersama Inter, lalu Inter dan kini aku melatih rival terbesar mereka, Real Madrid. Dalam jangka waktu pendek, itu terlalu banyak."
"(Tapi) Masa lalu tidak penting, yang terpenting adalah apa yang terjadi baru-baru ini. Begitulah cara sepakbola berjalan," simpul Mourinho. (dts)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
