Campur aduk perasaan Avram Grant menyusul kekalahan Portsmouth atas Chelsea di final Piala FA. Di satu sisi dia bangga pada anak didiknya, di lain pihak dia kecewa berat atas kegagalan yang diterima.
Rasa bangga yang dirasakan Grant tentu saja terkait keberhasilan Portsmouth masuk final Piala FA. Dengan kondisi tim yang tengah carut-marut, terkait masalah keuangan dan sudah dipastikan terdegradasi, Pompey berhasil menundukkan beberapa klub yang lebih mapan sebelum akhirnya sampai ke Wembley.
Malang buat pria asal Israel itu serta semua fans Portsmouth. Setelah terus dinaungi keberuntungan saat digempur pemain Chelsea, gawang David James akhirnya bobol di babak kedua lewat tendangan bebas Didier Drogba. Itulah gol satu-satunya dalam pertandingan tersebut, Pompey kalah 0-1.
"Ini adalah hari di mana saya merasa sangat bangga dan sangat sedih. Sedih karena kami tak bisa memenangi pertandingan, tapi ini adalah musim yang luar biasa dan sesuatu yang tak akan saya lupakan," sahut Grant dalam wawancaranya dengan ITV.
Meski banyak ditekan, Pompey sesungguhnya punya kans untuk lebih dulu mempimpin saat wasit memberi mereka hadiah penalti di babak kedua, dalam kedudukan masih 0-0. Namun sepakan Kevin Price Boateng ternyata bisa diantisipasi dengan baik oleh Petr Cech.
"Kami menang sebagai tim, kalah juga sebagai tim. Kondisi itu terjadi bahkan pada tim terbaik. Sayangnya itu terjadi dua kali pada saya. Apa yang bisa Anda lakukan?"
"Secara taktis kami bermain bagus, kami tampil habis-habisan. Fans kami hebat. Sayangnya kami tak bisa menang," tuntas Grant merujuk kegagalan mengantar Chelsea menjuarai Liga Champions 2007/2008 karena dikalahkan Manchester United lewat adu penalti.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
