You are here

Akhir Penantian Tujuh Tahun

Jakarta - Real Madrid berhasil mengakhiri kutukan 16 besar Liga Champions dengan lolos ke perempatfinal. Los Galacticos melaju usai mengalahkan Lyon 3-0 di leg kedua perdelapanfinal.

 


Madrid membekap Lyon 3-o di leg kedua babak 16 besar yang digelar di Santiago Bernabeu, Kamis (17/3/2011) dinihari WIB. Ketiga gol kemenangan El Real dicetak oleh Marcelo, Karim Benzema, dan Angel Di Maria.


Kemenangan ini mengantar juara sembilan kali Liga Champions itu ke perempatfinal dengan agregat 4-1. Di pertemuan pertama di kandang Lyon berakhir dengan skor 1-1.


Ini adalah kali pertama Madrid lolos ke babak perempatfinal Liga Champions setelah terakhir kali mereka melakukannya di musim kompetisi 2003/2004. Hasil ini sekaligus mengakhiri "kutukan 16 besar" yang diderita Los Merengues dalam beberapa tahun terakhir.

Kali terakhir 'Si Putih' masuk babak delapan besar kompetisi antarklub Eropa tersebut adalah di musim 2003/2004. Saat itu Raul Gonzalez cs menang agregat 2-1 atas Bayern Munich untuk kemudian menghadapi AS Monaco.


Namun langkah Madrid saat itu terhenti di babak perempatfinal, setelah kalah agresivitas tandang dalam dua laga yang secara agregat berakhir sama kuat 5-5. Monaco sendiri berhasil masuk final meski kemudian kalah atas FC Porto, yang kala itu dibesut Jose Mourinho.


Setelah itu Madrid selalu gagal melewati hadangan babak 16 besar. Di musim 2004/05 mereka dibuat tak berdaya oleh Juventus dalam dua pertandingan yang berkesudahan dengan agregat 1-2.


Setahun berselang (2005/06) gantian Arsenal yang mendepak Madrid dengan agregat 1-0. Satu tahu setelahnya (2006/07) Bayern menyudahi kiprah Madrid di fase knock out pertama setelah kedua tim punya agregat sama 4-4, FC Hollywood lolos berkat aturan agresivitas away.


Berturut-turut setelahnya, kiprah klub tersukses di Liga Champions itu dijegal AS Roma (2007/08), Liverpool (2008/09) dan Lyon (2009/2010).


Keberhasilan Madrid lolos ke delapan besar sulit dilepaskan dari peran Jose Mourinho yang sejauh ini mampu memberi Madrid hasil meyakinkan di Liga Campions. Lalu, akankah pelatih asal Portugal itu juga bisa mengakhir puasa El Real jadi juara di Eropa?