You are here

Tujuh Desa di Mandor Dapat Proyek NICE

Proyek Nutrition Improvement Through Communoty Emporwerment (NICE) mulai disosialisasikan di Kabupaten Landak. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Landak, Puskesmas Mandor menggelar sosialisasi proyek NICE atau proyek perbaikan gizi melalui pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi tersebut digelar Senin (8/3) di Aula Penghijauan Bukit Soeharto, Mandor.

Proyek Nutrition Improvement Through Communoty Emporwerment (NICE) mulai disosialisasikan di Kabupaten Landak. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Landak, Puskesmas Mandor menggelar sosialisasi proyek NICE atau proyek perbaikan gizi melalui pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi tersebut digelar Senin (8/3) di Aula Penghijauan Bukit Soeharto, Mandor.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Camat Mandor Marius Baneng, tujuh Kepala Desa (Kades), para bidan, perawat desa, perwakilan NICE dan staf Puskesmas Mandor.

Dalam arahannya, Kepala Puskesmas Mandor Sri Supartinah menyambut positif adanya program NICE untuk tujuh desa di Kecamatan Mandor tersebut.

“Ketujuh Desa tersebut yakni Desa Ngarak, Kayutanam, Bebatung, Sebadu, Semenok, Sekilap dan Desa Manggang. Kami berharap kepada para Kades yang telah mendapat program peningkatan gizi melalui pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” pintanya.

Pada kesempatan itu, ia menjelaskan jumlah bayi di Mandor mencapai 672 bayi dan balita berjumlah 2600 balita dengan total keseluruhan sebanyak 3.272 jiwa. “Oleh karena itu melalui sosialisasi Nice ini dapat mengembangkan pengetahuan, mencegah dan menanggulangi masalah gizi yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Landak, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat untuk gizi bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat secara mandiri dalam mencegah dan mengatasi masalah kesehatan dan gizinya sendiri serta keluarga. “Kegiatan utamanya adalah persiapan kegiatan paket gizi masyarakat (PGM), sosialisasi pemilihan desa, pembentukan (KGM), pengadaan fasilitator gizi masyarakat (FGM), penempatan dan pelatihan FGM. Melaksanakan kegiatan paket gizi masyarakat dan monitoring dukungan teknis dalam pelaksanaan paket gizi masyarakat,” ungkapnya.

Camat Mandor Marius Baneng juga sangat mendukung adanya pembinaan Gizi bermula dari balita. “Penanganan gizi sangat penting dimulai sejak dari  dalam kandungan sampai Balita usia lima tahun,” ucapnya.

Ia menambahkan, hal ini sangat penting untuk meningkatkan daya pikir dan kesehatan anak. Hal inipun sangat penting dipenuhi oleh petugas kesehatan dalam membina peningkatan status gizi di wilayah pedesaan Kecamatan Mandor. “Saya berharap dari tujuh desa yang sudah mendapat program Nice ini agar ke depan bisa berkembang menjadi  17 desa di kecamatan Mandor bisa terjangkau oleh NICE,” harapnya.