Kemarin, Rabu (25/11) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sudah berusia 64 tahun. Selain itu, Hari Guru Nasional juga sudah berusia 16 tahun.
Di Kabupaten Landak sendiri, dalam rangka memperingati kedua hari bersejarah itu ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera bertempat di lapangan upacara Kantor Bupati Landak.
Sebelumnyapun panitia penyelenggara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional sudah menggelar seminar pendidikan yang berlangsung di aula Kantor Bupati Landak. Ratusan guru di Landak inipun mengikuti kedua kegiatan tersebut.
Menurut ketua PGRI Landak Lukas Kanoh mengatakan, berkenaan dengan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tersebut, saat ini Kabupaten Landak tengah dihadapi berbagai macam persoalan.
“Seperti yang sering diungkapi Bapak Bupati bahwa permasalahan tersebut yakni masalah kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Permasalahan tersebut tentunya mendorong semua elemen masyarakat Landak untuk melakukan pengkajian faktor-faktor penyebab serta mencari jalan pemecahannya,” ujar Lukas.
Dikatakan Lukas, dari sisi sumber daya yang dimiliki Landak, ketiga permasalahan tersebut semestinya tidak perlu terjadi. Sebab dengan kekayaan alam yang melimpah, sawah yang terhampar luas, iklim yang bersahabat adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. “Seharusnya hal tersebut mampu mensejahterakan masyarakat Landak. Namun yang terjadi justru sebaliknya,” kata Lukas.
Untuk keluar dari permasalahan itu, kata Lukas, tentu harus dilakukan upaya-upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi berbagai pendekatan dapat digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut.
“Nah, berkenaan dengan peningkatan kualitas SDM, maka sektor pendidikan dalam arti yang luas tentunya memiliki peran strategis dan didalamnya terdapat faktor utama yakni guru,” ungkap Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Landak ini. Oleh sebab itu, lanjutnya, guru sebagai tokoh sentral wajib meng up grade diri dengan berbagai cara.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
