Anggota DPRD Kabupaten Landak, Lamri, meminta agar pihak eksekutif mengajak dewan duduk satu meja membicarakan masuknya investor di Bumi Intan.
"Dewan, seharusnya bisa diajak sejak awal masuknya investor. Dalam hal ini elemen-elemen yang berkaitan langsung seharusnya dilibatkan. Sehingga bisa benar-benar bisa diakomodir, agar tidak sepihak saja. Pemkab juga diminta untuk lebih selektif dalam menerima investor, bukan saja perusahaan perkebunan tetapi juga perusahaan-perusahaan lain," katanya.
Menurutnya, sejak awal masuknya investasi di Landak perlu dikelola secara total, dan tidak menyalahi aturan. Sosialisasi yang dilakukan juga bukan hanya sebagai bentuk formalitas, sehingga di kemudian hari menimbulkan masalah baru. Penanam modal yang sudah berhubungan dengan pemda, seolah-olah tidak mau tahu dengan DPRD.” Saya mengingatkan agar kita bisa sama-sama untuk menimalisir konflik-konflik yang ada, walaupun menghilangkan konflik tersebut tidak mungkin. Keinginan kami sejak awal DPRD jangan ditinggalkan, jangan sudah ada masalah baru DPRD yang jadi sasaran demo dan sasaran kekesalan masyarakat," tegasnya.
Lamri mengaku prihatin dengan banyaknya masalah yang muncul terhadap perusahaan perkebunan yang berdomisili di Landak. Harapan ini disampaikan mengingat soal investasi adalah hal yang penting, tetapi jangan sampai dikemudian hari justru membuat keresahan di masyarakat. "Jangan ada kesan, kalau investor masuk dewan dikesampingkan. Kalau ada masalah, baru semuanya ke dewan," katanya. (Amat Dasa/Freelancer)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
