Tim penilaian sekolah sehat Provinsi Kalimantan Barat tiba di SMP 2 Ngabang sekitar Pukul 09.00 WIB. Kedatangan tim diterima langsung oleh Kepala SMP Negeri 2 Ngabang Mariyani, S.Pd bersama guru dan staf TU serta 771 siswa.
Tim yang terdiri dari 7 orang itu adalah Kusnadi dari Biro Sosial Provinsi Kusnadi sebagai ketua Tim dengan didampingi Ibu Nursiah dan M.Ajif dari dari Dinas Kesehatan, Muhammad Afif dari Depag, Muhammad Yusuf dari Dispora dan Hutapea dari Dinas Pendidikan, serta Sudirman dan Solamin dari Dinas Pendidikan Landak.
Kusnadi usai melakukan penilaian kepada wartawan mengatakan dari 4 kabupaten yang telah dikunjungi SMP 2 Ngabang memiliki kelebihan. “Inilah yang baru kami temukan dapat melaksanakan program UKS dengan baik yang dibagi 3 aspek, terutama pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan sekolah yang sehat ketiganya hampir dilaksanakan sempurna,” katanya.
Aspek yang mendapat penilaian tim antara lain ruangan UKS, kantin sekolah, ruangan kelas belajar dan kelengkapan kelas, WC siswa putra putri, WC guru, ruangan perpustakaan, ruang BP, apotik hidup berikut lingkungan sekolah.
Menjadi kebanggaan kami lanjut Kusnadi sebagai Tim penilai kesehatan sekolah, jika SMP 2 Ngabang ini menjadi nominasi di Kalimantan Barat dalam lomba sekolah sehat tingkat Nasional di tahun 2012 mendatang. Untuk itu mohon dukungan tim pembina UKS Kabupaten, Kecamatan, supaya mereka juga proaktif dan melakukan pembinaan terhadap sekolah ini, sekaligus membenahi kekurangan-kekurangan dan masukan dari Tim penilai.
Mengenai ruangan UKS sesuai SKB (Surat Keputusan Bersama ) 4 menteri tidak hanya ruangan UKS dan kotak PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)-nya yang dinilai, tetapi bagaimana pendidikan kesehatan dilaksanakan semaksimal mungkin di sekolah dari kelas 1 sampai kelas 3 SMP siswa itu sangat penting.
Karena siswa SMP sudah memasuki masa puber yang rentan terhadap berbagai hal terutama jangan sampai penyalahgunaan narkoba, dan obat-obat terlarang. ”Iitu yang harus kita tanamkan pendidikan kesehatan sejak dini,” katanya.
Selain itu pendidikan kesehatan semaksimal diberikan kepada siswa sangat penting karena siswa SMP sudah masuk transisi sudah mulai menginjak dewasa perlu diajarkan kesehatan “reproduksi remaja”.
“Selanjutnya pembinaan lingkungan sekolah yang sehat bagaimana kita mewujudkan sekolah sehat di SMP 2 ini sehingga guru maupun siswa betah di sekolah merasa memiliki itu harapan kita sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” tandas Kusnadi. (Amat Dasa/Freelancer)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
