You are here

Disporabudpar Belum Mampu Gali Potensi Wisata

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Landak ternyata masih belum mampu untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten tersebut.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Landak ternyata masih belum mampu untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten tersebut.
Padahal jika digali, tentu banyak sekali potensi-potensi pariwisata yang bisa ditemukan. Namun demikian, instansi tersebut akan terus berupaya untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerah kekuasaan Adrianus Asia Sidot itu.
Menurut Kepala Disporabudpar Landak Lukas Kanoh mengatakan ada beberapa permasalahan utama yang dialami instansinya sehingga potensi wisata sulit digali. “Permasalahan pertama, terbatasnya SDM aparatur, belum tersedianya gedung kantor yang representatif dan masih terbatasnya anggaran untuk mendukung kegiatan kepariwisataan,” ujar Lukas saat melakukan ekpose potret budaya dan pariwisata Landak dalam rangka menyongsong tahun kunjungan Kalbar 2010 belum lama ini.
Kemudian permasalahan kedua, kata Lukas, belum optimalnya partisipasi masyarakat, belum adanya investor yang mau menanamkan modalnya untuk mengembangkan kepariwisataan dan belum terjalinnya kerjasama yang optimal antara instansi pemerintah dalam mengembangkan Budpar. “Permasalahan ketiga, masih rendahnya kualitas even yang ada, masih terbatasnya infrastruktur penunjang kepariwisataan, masih terbatasnya fasilitas penunjang, belum adanya RIP pariwisata dan belum adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Budpar,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Landak ini, pihaknya sudah mengusulkan penambahan staf dan peningkatan kapasitas staf yang ada, mengusulkan gedung kantor baru tahun 2010, mengusulkan anggaran dan kegiatan pada perubahan anggaran 2009 dan pada tahun 2010. “Melakukan ekpose kepada pihak-pihak seperti instansi terkait, masyarakat dan pengusaha untuk mendapat dukungan dalam mengembangkan Budpar. Kemudian, berkoordinasi dengan Pemprov dan Pemda lain untuk melakukan promosi bersama dan mengajukan draft Raperda tentang kepariwisataan,” kata Lukas.