|
||||
| Bupati Minta Tumbuhkan Semangat Gotong Royong |
|
Untuk pertamakalinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menggelar coffee morning, Kamis (4/2) di aula Kantor Bupati Landak. Acara yang berlangsung serius tapi santai ini dihadiri Bupati Landak Adrianus Asia Sidot, Ketua DPRD Landak Heri Saman, Wakil Ketua DPRD Landak dan beberapa anggota DPRD Landak, Wakil Bupati (Wabup) Landak Agustinus Sukiman, Sekretaris Daerah (Sekda) Landak Ludis, Kapolres Landak AKBP Firman Nainggolan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kakejari) Ngabang SR Nasution, perwakilan Dandim Mempawah, para asisten dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Landak, para Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Landak, para Camat se Landak, para Kepala Desa (Kades) se Landak, anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Landak dan para undangan. Dalam arahannya, Bupati mengatakan acara ini bertujuan mendekatkan atau mempererat tali silahturahmi diantara berbagai elemen, dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten. “Mungkin saja ada Kades yang belum kenal dengan Bupatinya. Sebab ada saya dengar bahwa Bupati Landak sekarang ini tidak akrab dengan Kades, tidak perrnah ngumpulkan Kades. Tidak seperti Pak Cornelis dulu, kalau ada acara, kita diundang,” ujar Adrianus yang baru berulang tahun 2 Februari lalu. Pada kegiatan coffee morning tersebut, Bupati lebih banyak menyinggung soal berbagai macam pembangunan yang ada di setiap Desa se Landak. Diakui Bupati, saat ini memang masih banyak Desa-desa di Landak yang terisolir karena akses jalan dan jembatan belum begitu baik. Akibatnya pembangunan di Desa masih sangat dirasakan kurang. “Tapi hal itu bukan halangan bagi kita untuk membangun daerah. Saya minta kita harus semangat untuk membangun daerah. Para Kedespun diminta jangan sering mengeluh karena Desanya jarang sekali dikunjungi pejabat,” kata Bupati. Menurut peraih Borneo Tribune Award 2009 ini, dengan semangat untuk membangun daerah, tentunya semua elemen harus lebih berkreatifitas yang benar. Oleh karena itu semangat bergotong royong untuk membangun daerah haruslah ditumbuh kembangkan ditengah-tengah masyarakat. “Dengan demikian tidak ada masyarakat yang mengatakan bahwa gotong royong itu adalah beban, sehingga masyarakat bersangkutan enggan bergotongroyong,” tuturnya. Ia menambahkan, semangat gotongroyong ditengah-tengah masyarakat yang sudah redup, diterangi kembali. “Kita tidak perlu tunggu dana dari Pemerintah. Dalam kondisi tidak punya dana, kita bisa berbuat sesuatu dengan cara bergotongroyong,” tegasnya. Pada kesempatan itu, mantan Wabup Landak ini juga mengakui bahwa anggaran untuk pembangunan memang sangat sedikit. Oleh karena itu 21 Januari mendatang, Bupati se Kalbar berangkat ke negeri Belanda untuk mencari dana pembanguan sebesar Rp. 200 milyar. “Dana sebesar itu tentunya akan kita gunakan untuk pembangunan seperti pengadaan air bersih, irigasi, pembangunan RSUD Landak dan sebagainya,” kata Bupati. Bupatipun meminta kepada para Kades supaya bisa mengamankan tanah-tanah untuk pembangunan. Caranya yakni tanah tersebut dibuatkan Surat Keterangan Tanah (SKT) atas nama Pemkab Landak. “Nanti Pemkab Landak yang akan mengurusnya. Sebab saat ini banyak tanah-tanah milik Pemkab Landak yang hilang. Seperti tanah eks bangunan sekolah, Polindes, rumah guru dan tanah eks bangunan lainnya. Saya minta Kades mendata tanah-tanah tersebut dan dilaporkan kepada Bagian Aset Setda Landak,” pintanya. Acara coffee morning inipun diakhiri dengan tanya jawab.
Berikutnya >
< Sebelumnya
|


