Bupati Kabupaten Landak Adrianus Asia Sidot, Kamis (20/8) bertempat di Ruang Sidang DPRD Landak menyampaikan pidato nota keuangan dan rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Landak Tahun Anggaran 2009 dihadapan anggota DPRD Landak.
Bupati Kabupaten Landak Adrianus Asia Sidot, Kamis (20/8) bertempat di Ruang Sidang DPRD Landak menyampaikan pidato nota keuangan dan rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Landak Tahun Anggaran 2009 dihadapan anggota DPRD Landak.
Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui ini juga dihadiri Ketua DPRD Landak Minsen beserta anggota, Sekretaris Daerah (Sekda) Landak Ludis, para Asisten Sekretariat Daerah (Setda) Landak, para kepala satuan unit kerja di lingkungan Pemkab Landak, jajaran Muspida Landak, Kepala Bank Kalbar Cabang Ngabang Mursalin dan para undangan.
Dalam pidatonya Bupati menyampaikan secara garis besar pokok-pokok penjelasan rancangan perubahan anggaran Landak tahun 2009. Dikatakannya, pada sisi pendapatan terjadi penambahan pada kelompok Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 9,41 Miliar. Penambahan tersebut berasal dari pajak daerah Rp. 107 juta, lain-lain PAD yang sah Rp. 5,49 Miliar, dana bagi hasil pajak dari Provinsi atau pemerintah daerah lainnya Rp. 3,81 Miliar.
“Dengan demikian total anggaran pendapatan secara keseluruhan semula Rp. 519,14 Miliar, setelah perubahan menjadi Rp. 528,55 Miliar. Secara global, rincian anggaran pendapatan setelah perubahan yakni PAD Rp. 12,34 Miliar, dana perimbangan Rp. 438,62 Miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp. 77,58 Miliar,” ujarnya.
Kemudian, perubahan belanja pada tahun anggaran 2009, Bupati mengatakan bahwa untuk belanja tidak langsung semula dianggarkan Rp. 196,98 Miliar. Setelah perubahan bertambah Rp. 28,31 Miliar dan berkurang Rp. 400 juta, sehingga menjadi Rp. 225,3 Miliar.
“Sedangkan belanja tidak langsung berdasarkan kelompok belanja setelah perubahan anggaran menjadi belanja pegawai Rp. 168,08 Miliar, belanja hibah Rp. 25,59 Miliar, belanja bantuan sosial Rp. 3,80 Miliar, belanja bagi hasil kepada Provinsi, Kabupaten/Kota dan pemerintah Desa Rp. 1 Miliar, belanja bantuan keuangan kepada Provinsi, Kabupaten/Kota dan pemerintah Desa Rp. 25,81 Miliar dan belanja tidak terduga Rp. 1 Miliar,” jelasnya.
Kemudian, belanja langsung Tahun Anggaran 2009, tambah Bupati, semula dianggarkan Rp. 347,81 Miliar. Setelah perubahan berkurang Rp. 16,57 Miliar, sehingga menjadi Rp. 331,24 Miliar. “Belanja langsung berdasarkan kelompok belanja, setelah perubahan anggaran menjadi belanja pegawai Rp. 44,10 Miliar, belanja barang dan jasa Rp. 102,66 Miliar dan belanja modal Rp. 184,47 Miliar,” katanya.
Selanjutnya, pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan semula dianggarkan Rp. 27,65 Miliar bertambah Rp. 331,07 juta, sehingga menjadi Rp. 27,98 Miliar. “Pengeluaran pembiayaan yang semula berjumlah Rp. 2 Miliar, berkurang Rp. 2 Miliar sehingga menjadi Rp. 0,” ucap Bupati.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
