You are here

Bina Umat Pakai PendekatanTerpadu

Umat Kristen di Kabupaten Landak cukup dominan. Dari 300 an ribu penduduk Kabupaten Landak sebanyak 109.266 beragama Kristen. Dengan segala keterbatasan baik tenaga maupun ruangan kantor tetapi tidak menyurutkan petugas Bimas Kristen Kemenag Landak dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam melakukan berbagai pembinaan maupun penyuluhan terhadap ratusan ribu umat.

Demikian diungkapkan Kasi Bimas Kristen Hariyanto Uar, S.Th,M.Pd.K kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (18/10).

Sebagaimana diketahui, kata Hariyanto jumlah gereja 876, yang permanen baru 779 buah, gereja semi permanen 50 gereja dan darurat masih ada 47 gereja.

Dari 876 gereja hanya ada 692 orang pendeta sebagai gembala jemaat artinya masih banyak kekurang gembala, sedangkan tugas gembala dalam sebuah gereja punya peran sangat penting mengemban tugas-tugas gembala jemaat sebagai pelayanan terhadap umat dimana pendeta tersebut bertugas atau ditugaskan oleh ketua Sinode masing-masing.

Karena dengan jumlah umat 109.266 jiwa dan 876 gereja tetapi terdiri dari 47 Induk Gereja (Sinode)dari 47 sinode, sinode Gereja PPIK paling besar dan banyak umatnya.

“Dengan banyaknya sinode tentu kita dengan sangat berhati-hati jangan sampai ada kesalahpahaman antar sinode. Maka dalam pembinaan umat Kristen kita bekerjasama dengan mitra yang disebut BAMAG (Badan Musyawarah Antar Gereja) dan di bawah Bamag ada yang namanya JPHT (Jaringan Persekutuan Hamba-hamba Tuhan) dengan melalui Bamag dan JPHT pembinaan uamat Kristen lebih efektif,” katanya.

Itulah salah satu metode pedekatan yang kita gunakan yaitu metode pendekatan terpadu dengan menggunakan Bamag dan JPHT. Karena Bamag adalah menjembatani antar Sinode sedangkan JPHT sebagai wadah persekutuan para Hamba Tuhan. Pada saat mengadakan pertemuan atau persekutuanlah para hamba Tuhan menyampaikan jika ada keluhan-keluhan yang berkaitan dengan pelayanan umat. (Amat Dasa/Freelancer)