Hari ini sebanyak 3.432 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat se Kabupatan Landak khusus kelas 12 akan bertempur menghadapi Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung hingga 26 Maret mendatang. Soal-soal UN pun sudah didistribusikan ke sekolah penyelenggara UN tanpa ada kendala.
Hari ini sebanyak 3.432 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat se Kabupatan Landak khusus kelas 12 akan bertempur menghadapi Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung hingga 26 Maret mendatang. Soal-soal UN pun sudah didistribusikan ke sekolah penyelenggara UN tanpa ada kendala.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Landak Saul Ngange menjelaskan jumlah siswa SMA/SMK/MA laki-laki yang mengikuti UN ini berjumlah 1.451 siswa dan siswa perempuan sebanyak 1.599 siswa dengan total keseluruhan 3.050 siswa. “Sedangkan kalau perjurusan, jumlah laki-laki sebanyak 1.192 siswa dan perempuan 1.178 siswa. Kemudian jurusan IPA, laki-laki berjumlah 238 siswa dan perempuan 404 siswa. Jurusan bahasa, laki-laki berjumlah 13 siswa dan perempuan 17 siswa. Sedangkan jumlah siswa SMK yang mengikuti UN, laki-laki berjumlah 197 siswa dan perempuan 185 siswa dengan total keseluruhan sebanyak 382 siswa. Jadi jumlah seluruh siswa SMA sederajat yang mengikuti UN sebanyak 3.432 siswa,” jelas Saul yang ditemui pekan lalu di kantornya.
Menurut Saul, pelaksanaan UN bagi siswa SMA ini dibagi menjadi 3 tahap pelaksanaan. Pertama, ujian utama yang akan berlangsung 22-26 Maret. Kedua, ujian susulan yang akan berlangsung 29 Maret-5 April. “Ujian susulan ini diikuti oleh siswa yang berhalangan hadir pada ujian utama. Sedangkan tahap ketiga ada ujian ulangan yang akan dilaksanakan 10-14 Mei. Ujian ulangan ini akan diikuti para siswa yang dinyatakan tidak lulus pada ujian utama. Bagi siswa yang ingin memperbaiki nilai UN nyapun boleh mengikuti ujian ulangan ini,” katanya. Ia menambahkan, jika siswa yang tidak lulus pada ujian utama tidak lulus lagi pada ujian susulan, terpaksa harus mengulang selama satu tahun atau mengambil paket.
Dikatakan Saul, ada 3 sub rayon yang melaksanakan UN tingkat SMA sederajat ini. Sub rayon I berada di SMA Negeri 1 Ngabang, sub rayon II di SMA Negeri 1 Menjalin dan sub rayon III berada di SMA Negeri 1 Sengah Temila. Sedangkan untuk SMK hanya satu sub rayon saja yakni di SMK Negeri 1 Ngabang. “Sementara itu sekolah penyelenggara UN tingkat SMA ada 18 sekolah dan SMK ada 4 sekolah penyelenggara,” katanya.
Ditanya berapa target kelulusan UN untuk siswa SMA se derajat di Landak, ia tidak berani menargetkannya. “Untuk se Landak saja saya tidak berani menargetkannya, apalagi se Kalbar. Minimal kita bertahan seperti hasil persentase kelulusan pada UN tahun lalu. Jauh haripun kita sudah minta kepada pihak sekolah untuk melakukan berbagai macam persiapan guna menghadapi UN seperti tambahan jam pelajaran, Try Out dan lain sebagainya. Apalagi UN ini menentukan nasib siswa. Kalau gagal, tentu sangat disayangkan,” ungkapnya. Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Landak juga sudah berkoordinasi dengan Polres Landak untuk memantau proses pelaksanaan UN ini. Sedangkan pengawas independent UN berasal dari para dosen Untan bersama pengawas ruangan.
Sementara itu Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Ngabang Asoardi Ador menyatakan kesiapan para siswanya dalam menempuh UN. “Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menghadapi UN ini. Kita tinggal tunggu hasilnya saja pada UN nanti,” ujar Ador yang ditemui pekan lalu di kantornya.
Dikatakannya, siswa SMA Negeri 1 Ngabang yang akan mengikuti UN ini berjumlah 235 siswa. Namun dari 235 siswa itu, 2 siswa sepertinya tidak bisa mengikuti UN. “Kedua siswa itu mengundurkan diri tanpa ada alasan. Apalagi siswa bersangkutan sudah lama tidak masuk sekolah. Tapi kita tetap menganggap bahwa kedua siswa itu masuk dalam daftar peserta UN. Jadi bisa saja nanti mereka mengikuti UN,” ujar ketua sub rayon I ini.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
