Borneo Tribune, Pontianak
Politikus mendapatkan menghargaan bidang pendidikan mungkin sebagian masyarakat awam menganggap hal yang tidak biasa. Tapi tidak pada harian Borneo tribune. Pada malam penganugrahan Man of the Year 2008, Borneo Tribune menganugrahkan Ir. Fanshurullah Asa, MT, politikus muda Kalbar sebagai tokoh paling berpengaruh di Kalbar tahun 2008 untuk bidang pendidikan.
Penghargaan man of the year merupakan suatu kegiatan yang didasari pada ide untuk memberikan apresiasi terhadap tokoh-tokoh penting yang banyak mewarnai pemberitaan di media massa dan memberi inspirasi bagi publik secara luas. Penghargaan ini didasarkan pada tingkat kualitas personalitas sosok yang dinominasikan.
Tokoh-tokoh yang dinominasikan adalah sosok-sosok yang setelah dinilai dan dilakukan kajian secara obyektif dinilai layak menyandang predikat tersebut. Nominasi yang diberikan kepada sosok berasal dari semua kalangan yang telah mendapat porsi pemberitaan di media massa. Dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kalbar secara keseluruhan.
Nama Fanshurullah Asa, sudah tidak asing lagi ditelinga. Pria yang 20 Mei 2009 mendatang genap berusia 40 tahun ini merupakan satu dari sedikit anggota dewan yang berani merealisasikan janji politiknya.
Sejak menjadi calon anggota DPR-RI dari Partai Amanat Nasional lalu, Ifan (sapaan karib Fanshurullah Asa, red) menjanjikan akan mengalokasikan 50 persen gajinya untuk beasiswa pelajar di Kalbar. Maka setelah resmi dilantik menjadi anggota DPR RI pada 27 Juli 2007, melalui Pergantian Antar Waktu (PAW). Ifan yang menggantikan Ishaq Saleh mulai merealisasikan janjinya menyisihkan 50 persen gaji untuk beasiswa pelajar mahasiswa di Kalbar. Ifan merupakan pelopor anggota Dewan menyisihkan 50 persen gaji untuk beasiswa.
Ifan rela merokok koceknya dengan menyisihkan 50 persen gaji pokoknya untuk beasiswa pendidikan anak-anak Kalbar tanpa memandang suku, agama maupun ras. Ribuan anak-anak Kalbar mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi dibantunya. "Saya hanya berusah menjaga amanah," kata Ifan, ketika pertama kali menyerahkan beasiswa.
Menurut Ifan wajah politisi di hadapan rakyat saat ini memang terpuruk. Ditengah pemberitaan kasus-kasus korupsi, amoral dan hedonisme yang dilakukan para politisi diakui Ifan sedikit banyak membuat masyarakat apatis.
Di tengah kondisi seperti ini Ifan mengaku tak bisa menyalahkan masyarakat yang mulai bersikap pragmatis terhadap politik. Sudah sekian lama warga hanya menjadi pelengkap demokrasi saja. Tidak mendapat keuntungan yang sepadan dengan suara yang mereka berikan untuk menyokong berlanjutnya sistem. "Sekarang era-nya sudah berubah. Masyarakat menginginkan sesuatu yang nyata dan konkrit bukan mimpi," kata Ifan.
Memasuki tahun keduanya menjadi anggota DPR RI ratusan anak-anak Kalbar mendapatkan bantuan beasiswa dari Ifan. Masih lekat diingatan pada peringatan sumpah pemuda Oktober 2008 lalu mantan ketua HMI Cabang Pontianak ini, menyerahkan beasiswa bagi 25 orang aktivis. Berasal dari HMI, PMII, PMKRI, GMKI, GMNI, IMM, BEM Universitas yang ada di Kalbar dan Ketua OKP lainnya. Pembagian beasiswa aktivis memasuki periode tahun kedua. Setiap 6 bulan sekali para aktivis mendapatkan beasiswa sebesar Rp600 ribu yang langsung diserahkan Fanshurullah Asa.
Bulan November 2008 kembali Ifan memberikan beasiswa bagi 100 pelajar kurang mampu dari etnis Tionghoa di Singkawang. Pada waktu Ifan meminta maaf hanya baru bisa membantu 100 anak di Singkawang. Padahal dia telah membantua ratusan anak sekolah di seluruh Kalbar waktu itu. Pada kesempatan itu, dia berharap dapat menambah jumlah penerima beasiswa.
"Mohon maaf, saat ini hanya 100 anak yang bisa saya bantu, itupun nilainya tidak seberapa. Kalau saya mendapat amanah lagi di Pemilu 2009 nanti, mudah-mudahan akan lebih banyak lagi yang bisa saya bantu," ujarnya yang disambut antusias dan tepuk tangan oleh warga yang hadir.
Ifan mengatakan keberlangsungan masa depan bangsa Indonesia ada di tangan generasi muda. Untuk itu diperlukan pendidikan layak bagi mereka. Ifan melihat saat, ini banyak dari generasi muda yang tak dapat meneruskan pendidikannya disebabkan kekurangan biaya. "Beasiswa merupakan jawaban dari persoalan tersebut," Caleg nomor dua dari PAN ini berujar.
Selain akan mengalokasikan separuh gajinya untuk beasiswa Ifan juga berkomitmen melanjutkan programnya memberikan asuransi kesehatan gratis bagi masyarakat Kalbar. Jika kembali terpilih pada pemilu legislatif tahun 2009 nanti. Saat ini saja Ifan telah memberikan asuransi kepada 1000 Warga di Kalbar. "Pendidikan dan kesehatan sama pentingnya bagi masyarakat. Jika pendidikan dan kesehatan terjamin maka masyarakat dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah jauh lebih baik lagi dari sekarang," Ifan memberikan alasan.
Jadi Ispirator
Menyisihkan 50 persen gaji bagi keberlanjutan pendidikan generasi muda Kalbar yang dilakukan Fanshurullah Asa ternyata menjadi inspirasi bagi orang lain. Gusti Hadiansyah misalnya yang karib disapa Deden, yang mencalonkan diri menjadi wakil Walikota pada perhelatan demokrasi akbar Kota Pontianak 25 Oktober 2008 lalu menyatakan akan memberikan 50 persen gajinya bagi pelajar kota Pontianak jika terpilih menjadi Wakil Walikota bersama pasangannya Haitami Salim.
"Kalau saya terpilih menjadi Wakil Walikota Pontianak maka 50 persen gaji pokok saya akan dipotong untuk beasiswa anak kurang mampu," kata Gusti Hardiansyah ketika berkampanye.
Menurut Deden, pendidikan sekarang ini kurang mendapatkan perhatian. Dia melihat anak-anak miskin tidak mendapat pendidikan yang lebih baik. Untuk itulah kata meniatkan mengalokasikan 50% dari gajinya, jika terpilih.
Redaktur Borneo tribune, Yusriadi yang mewawancarai Gusti Hardiansyah ketika itu mengatakan idenya Deden spektakuler. "Saya jadi teringat pada Bang Ifan - Fanshurullah Asa, MT, anggota DPR RI dari PAN yang memberikan beasiswa untuk anak-anak Kalbar. Bang Ifan sendiri mengalokasikan 50% dari gajinya untuk itu. Saya tahu beberapa anak sudah mendapatkan kucuran dana beasiswa Bang Ifan. Saya sangat apresiatif terhadap hal ini," kata Yusriadi, yang juga Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pontianak.
Tidak Menyangka
Fanshurullah Asa tidak pernah menyangka jika apa yang dilakukannya menyisihkan 50 persen gaji dirinya di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengantarkannya menjadi salah satu peraih penghargaan Man of the Year 2008 yang diselanggarakan Borneo Tribune.
"Saya tidak pernah menyangka niat baik saya memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak Kalbar mendapatkan apresiasi sebaik ini. saya sangat berterima kasih kepada Borneo Tribune dan kepada rakyat Kalbar," ujar Ifan, calon Doktor Universitas Indonesia ini.
Ifan mendedikasikan penghargaan yang diterimanya kepada politisi yang telah duduk di kursi dewan maupun bagi mereka yang baru akan mencalonkan diri menjadi anggota dewan. Untuk sama-sama berkomitmen memajukan pendidikan Indonesia khususnya Kalbar, dengan menyisihkan sebagin gaji untuk beasiswa. "Semoga apa yang telah saya lakukan menjadi pemacu dan menjadi perhatian serta komitmen bersama untuk perbaikan pendidikan kita," ujarnya.
Ifan tak pernah berhenti mengajak semua politisi agar tidak hanya sekedar janji. Dia menginginkan adanya perubahan pada wajah bopeng para politisi Indonesia dewasa ini. Kalau semua anggota Dewan berkomitmen yang sama dengannya. Dia yakin, tidak akan ada lagi anak-anak bangsa ini putus sekolah ditengah jalan. Dan kepercayaan masyarakat terhadap anggota dewan juga akan baik. Tidak seperti saat ini, anggota dewan dinilai hanya memberikan janji semu belaka
"Memberilah sebanyak-banyaknya, bukan meminta sebanyak-banyaknya," kata yang sering diucapkan Ifan dalam berbagai kesempatan. Merupakan petikan kata dalam Film Laskar Pelangi karya sineas muda Indonesia, Riri Riza dan Mira Lesmana diangkat dari Novel Fenomenal, dengan judul yang sama, karya Andrea Hirata.
LAIN-LAIN
Ketua DPRD Termuda
Borneo Tribune, Pontinak
Kiprah Ir. H. Zulfadhli, dalam memimpin parlemen selama empat tahun mengawal proses pembangunan di Kalbar memang patut dibanggakan. Beragam ide, gagasan serta komitmen untuk terus memajukan daerah ini acapkali lahir darinya. Sebut saja komitmennya di bidang penganggaran terhadap dunia pendidikan yang setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan yang signifikan.
Belum lagi komitmen dirinya soal pembangunan beragam infrastruktur di Kalbar yang terus mengalami pembenahan yang serius setiap tahunnya. Sehingga investor bersedia menanamkan modalnya di Kalbar. Itu pulalah yang menjadi penilaian Harian Borneo Tribune yang menganugerahkan penghargaan "Man of The Year 2008" bidang legislasi kepadanya.
"Alhamdulilah, penghargaan ini sebagai kenang-kenangan diakhir masa tugas saya dalam memimpin DPRD Kalbar selama lima tahun," ungkap Zulfadhli sesaat setelah meraih penghargaan di Hotel Gajahmada, selasa malam.
Tokoh muda ini sepertinya tidak bisa menyembunyikan keceriaan memperoleh penghargaan "Man of The Year 2008". Wajahnya terus berseri seraya menyembulkan senyuman saat didaulat untuk tampil di podium menyampaikan sepatah dua patah kata atas penghargaan yang diraihnya.
Zulfadhli merupakan tokoh politik yang cukup populer di mata masyarakat. Terlebih, mantan Ketua KNPI Kalbar ini tercatat sebagai Ketua DPRD termuda di seluruh Indonesia.
Kiprah Ir. H. Zulfadhli, dalam memimpin parlemen selama empat tahun mengawal proses pembangunan di Kalbar memang patut dibanggakan. Beragam ide, gagasan serta komitmen untuk terus memajukan daerah ini acapkali lahir darinya. Sebut saja komitmennya di bidang penganggaran terhadap dunia pendidikan yang setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan yang signifikan.
Belum lagi komitmen dirinya soal pembangunan beragam infrastruktur di Kalbar yang terus mengalami pembenahan yang serius setiap tahunnya. Sehingga investor bersedia menanamkan modalnya di Kalbar. Itu pulalah yang menjadi penilaian Harian Borneo Tribune yang menganugerahkan penghargaan "Man of The Year 2008" bidang legislasi kepadanya.
"Alhamdulilah, penghargaan ini sebagai kenang-kenangan diakhir masa tugas saya dalam memimpin DPRD Kalbar selama lima tahun," ungkap Zulfadhli sesaat setelah meraih penghargaan di Hotel Gajahmada, selasa malam.
Tokoh muda ini sepertinya tidak bisa menyembunyikan keceriaan memperoleh penghargaan "Man of The Year 2008". Wajahnya terus berseri seraya menyembulkan senyuman saat didaulat untuk tampil di podium menyampaikan sepatah dua patah kata atas penghargaan yang diraihnya.
Zulfadhli merupakan tokoh politik yang cukup populer di mata masyarakat. Terlebih, mantan Ketua KNPI Kalbar ini tercatat sebagai Ketua DPRD termuda di seluruh Indonesia.
Komitmen Ifan Berbuah Penghargaan
Borneo Tribune, Pontiianak
"Siapapun kita hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya."
Ungkapan Pak Harfan, tokoh guru dalam novel best seller "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata yang dilayarlebarkan itu diungkapkan kembali oleh peraih penghargaan man of the year, Borneo Tribune 2008. Fanshurullah Asa, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat itu mengaku terkesan dan mendapat banyak inspirasi dari kalimat bijak Pak Guru Harfan tersebut.
Malam itu, pada acara penganugerahan man of the year digelar Ifan -sapaan akrabnya- mengintrodusir kembali kalimat bijak yang inspiratif itu. Fanshurullah Asa yang kini duduk di Komisi IX mendapat penganugerahan man of the year untuk bidang pendidikan. Panitia tidak asal beri dalam memberikan penghargaan kepada sosok yang merintis karir dari bawah ini.
Laskar Pelangi dan kedermawanan politik yang dimiliki Ifan memiliki keterpautan. Film inspiratif itu memiliki pesan sosial dan pendidikan yang begitu tinggi. Nilai-nila kesederhanaan nyaris kenestapaan yang tersaji dalam film Laskar Pelangi memiliki kemiripan dengan jalan hidup yang dijalaninya. Sejak muda Ifan terbiasa dengan hidup yang serba berkurangan. Saat merantau menjadi mahasiswa di Pontianak dari kampong halamannya di Palembang, Ifan hidup prihatin.
"Saya biasa kuliah naik oplet dari sekretariat HMI di Sungai Jawi. Hari-hari juga hanya makan Indomie," tutur Ifan dalam beberapa kali kesempatan.
Tentang film Laskar Pelangi sendiri, Ifan juga memberi apresiasi yang dalam terhadap karya sineas-sineas muda Indonesia ini. Saat sedang booming beberapa bulan lalu, Ifan mengundang ratusan guru dan anak-anak sekolah Kalbar untuk nonton di Theatre 21, Ayani Megamal. Senyum sumringah menghiasi wajah-wajah guru dan murid yang dibayarin nonton gratis oleh Ifan.
Komitmen Ifan untuk dunia pendidikan memang susah diragukan. Meski ia menghabiskan sebagian besar waktunya di langgam politik, dia tak ragu untuk menjadikan isu pendidikan sebagai perjuangannya. Beasiswa gratis untuk anak-anak Kalbar yang berprestasi tapi kurang mampu sudah ia amalkan sejak pertama kali dilantik sebagai wakil rakyat di Senayan, akhir Juli 2008 lalu.
Cerita soal beasiswa gratis itu juga bukan hanya lips service yang bernuansa politis. Untuk membagikan beasiswa yang berasal dari 50 persen gajinya sebagai wakil rakyat, Ifan kerapkali turun tangan sendiri. Meski sudah mempercayakan pengelolaannya kepada sebuah yayasan, dia merasa menemukan kenikmatan tersendiri saat bisa bersentuhan dengan anak-anak yang dibantunya.
"Saya ingin memastikan bahwa apa yang saya bisa berikan itu benar-benar sesuai dan sampai ke tangan yang berhak," ujar sosok teknokrat yang reputasinya cukup membanggakan ini.
"Siapapun kita hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya."
Ungkapan Pak Harfan, tokoh guru dalam novel best seller "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata yang dilayarlebarkan itu diungkapkan kembali oleh peraih penghargaan man of the year, Borneo Tribune 2008. Fanshurullah Asa, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat itu mengaku terkesan dan mendapat banyak inspirasi dari kalimat bijak Pak Guru Harfan tersebut.
Malam itu, pada acara penganugerahan man of the year digelar Ifan -sapaan akrabnya- mengintrodusir kembali kalimat bijak yang inspiratif itu. Fanshurullah Asa yang kini duduk di Komisi IX mendapat penganugerahan man of the year untuk bidang pendidikan. Panitia tidak asal beri dalam memberikan penghargaan kepada sosok yang merintis karir dari bawah ini.
Laskar Pelangi dan kedermawanan politik yang dimiliki Ifan memiliki keterpautan. Film inspiratif itu memiliki pesan sosial dan pendidikan yang begitu tinggi. Nilai-nila kesederhanaan nyaris kenestapaan yang tersaji dalam film Laskar Pelangi memiliki kemiripan dengan jalan hidup yang dijalaninya. Sejak muda Ifan terbiasa dengan hidup yang serba berkurangan. Saat merantau menjadi mahasiswa di Pontianak dari kampong halamannya di Palembang, Ifan hidup prihatin.
"Saya biasa kuliah naik oplet dari sekretariat HMI di Sungai Jawi. Hari-hari juga hanya makan Indomie," tutur Ifan dalam beberapa kali kesempatan.
Tentang film Laskar Pelangi sendiri, Ifan juga memberi apresiasi yang dalam terhadap karya sineas-sineas muda Indonesia ini. Saat sedang booming beberapa bulan lalu, Ifan mengundang ratusan guru dan anak-anak sekolah Kalbar untuk nonton di Theatre 21, Ayani Megamal. Senyum sumringah menghiasi wajah-wajah guru dan murid yang dibayarin nonton gratis oleh Ifan.
Komitmen Ifan untuk dunia pendidikan memang susah diragukan. Meski ia menghabiskan sebagian besar waktunya di langgam politik, dia tak ragu untuk menjadikan isu pendidikan sebagai perjuangannya. Beasiswa gratis untuk anak-anak Kalbar yang berprestasi tapi kurang mampu sudah ia amalkan sejak pertama kali dilantik sebagai wakil rakyat di Senayan, akhir Juli 2008 lalu.
Cerita soal beasiswa gratis itu juga bukan hanya lips service yang bernuansa politis. Untuk membagikan beasiswa yang berasal dari 50 persen gajinya sebagai wakil rakyat, Ifan kerapkali turun tangan sendiri. Meski sudah mempercayakan pengelolaannya kepada sebuah yayasan, dia merasa menemukan kenikmatan tersendiri saat bisa bersentuhan dengan anak-anak yang dibantunya.
"Saya ingin memastikan bahwa apa yang saya bisa berikan itu benar-benar sesuai dan sampai ke tangan yang berhak," ujar sosok teknokrat yang reputasinya cukup membanggakan ini.
Sebuah Penghargaan untuk Menghargai dan Memotivasi
Borneo Tribune, Pontianak
Acara yang digagas oleh Borneo Tribune di penghujung tahun 2008 lalu meninggalkan sejumlah catatan. Sebagai sebuah kegiatan perdana, even man of the year yang dihelat di Hotel Gajah Mada pada tanggal 30 Desember malam boleh dibilang sukses.
Seratusan orang dari berbagai kalangan hadir dan tampak antusias. Mulai dari orang nomor satu di Kalbar, Gubernur Cornelis dan Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli juga hadir. Sejumlah tokoh dan aktivis juga hadir pada acara yang diliput oleh banyak pekerja media itu. Dari awal sampai selesai acara peserta terlihat segar mengikuti sampai mata acara tuntas digelar, padahal acara selesai cukup larut sampai jam 11 malam lewat.
Menurut ketua panitia, Budi Rahman, latar belakang diadakannya kegiatan acara diskusi refleksi akhir tahun dan penganugerahan man of the year ini untuk memberikan apresiasi untuk tokoh-tokoh provinsi Kalbar yang sudah berprestasi. Selain itu momen ini juga diharapkan bisa memberi motivasi bagi mereka yang telah memberikan karyanya sepanjang tahun 2008. Ia mencontohkan bahwa Majalah Times di New York sudah menggelar kegiatan penganugerahan sejak 1926.
"Sejauh ini penghargaan yang diberikan sepertinya belum membudaya, dan kita ingin membudayakan tradisi menghargai prestasi," ujar Budi Rahman.
Diakui oleh ketua panitia pada penyelenggaraan man of the year yang kali pertama ini masih banyak kekuarangan yang dirasakan. Dari sudut kategori penerima penghargaan tiga kategori yang diraih empat orang itu dirasa masih kurang.
"Mestinya kita bisa berikan 10 atau 20 kategori untuk peraih penghargaan tersebut. Di sekitar kita banyak orang yang berprestasi di bidangnya masing-masing," katanya.
Ia mengemukakan bahwa keinginannya untuk memberikan kategori lebih dari tiga penghargaan tersebut dikarenakan keterbatasan waktu dan sumber daya.
Ia juga melihat antusias dari undangan yang hadir yang bersemangat, sepertinya masyarakat Kalbar merespon atau menyambut positif acara ini. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur sendiri juga merasa termotivasi dengan penghargaan yang ia terima. Dan ia akan lebih lagi dalam membangun Kalbar.
Ia berharap penerima award Man of Year dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka raih dalam bidang masing-masing.
"Bidang pemerintahan dapat mengelola pemerintahan lebih baik," ujarnya.
Sedangkan di bidang ekonomi dan bisnis, dikatakannya dapat memberikan kontribusi berupa keahlian dan dedikasinya yang terbaik dalam pembangunan di Kalbar.
Dan dalam bidang pendidikan, dapat mencurahkan perhatian dalam pendidikan anak bangsa.
Acara yang digagas oleh Borneo Tribune di penghujung tahun 2008 lalu meninggalkan sejumlah catatan. Sebagai sebuah kegiatan perdana, even man of the year yang dihelat di Hotel Gajah Mada pada tanggal 30 Desember malam boleh dibilang sukses.
Seratusan orang dari berbagai kalangan hadir dan tampak antusias. Mulai dari orang nomor satu di Kalbar, Gubernur Cornelis dan Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli juga hadir. Sejumlah tokoh dan aktivis juga hadir pada acara yang diliput oleh banyak pekerja media itu. Dari awal sampai selesai acara peserta terlihat segar mengikuti sampai mata acara tuntas digelar, padahal acara selesai cukup larut sampai jam 11 malam lewat.
Menurut ketua panitia, Budi Rahman, latar belakang diadakannya kegiatan acara diskusi refleksi akhir tahun dan penganugerahan man of the year ini untuk memberikan apresiasi untuk tokoh-tokoh provinsi Kalbar yang sudah berprestasi. Selain itu momen ini juga diharapkan bisa memberi motivasi bagi mereka yang telah memberikan karyanya sepanjang tahun 2008. Ia mencontohkan bahwa Majalah Times di New York sudah menggelar kegiatan penganugerahan sejak 1926.
"Sejauh ini penghargaan yang diberikan sepertinya belum membudaya, dan kita ingin membudayakan tradisi menghargai prestasi," ujar Budi Rahman.
Diakui oleh ketua panitia pada penyelenggaraan man of the year yang kali pertama ini masih banyak kekuarangan yang dirasakan. Dari sudut kategori penerima penghargaan tiga kategori yang diraih empat orang itu dirasa masih kurang.
"Mestinya kita bisa berikan 10 atau 20 kategori untuk peraih penghargaan tersebut. Di sekitar kita banyak orang yang berprestasi di bidangnya masing-masing," katanya.
Ia mengemukakan bahwa keinginannya untuk memberikan kategori lebih dari tiga penghargaan tersebut dikarenakan keterbatasan waktu dan sumber daya.
Ia juga melihat antusias dari undangan yang hadir yang bersemangat, sepertinya masyarakat Kalbar merespon atau menyambut positif acara ini. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur sendiri juga merasa termotivasi dengan penghargaan yang ia terima. Dan ia akan lebih lagi dalam membangun Kalbar.
Ia berharap penerima award Man of Year dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka raih dalam bidang masing-masing.
"Bidang pemerintahan dapat mengelola pemerintahan lebih baik," ujarnya.
Sedangkan di bidang ekonomi dan bisnis, dikatakannya dapat memberikan kontribusi berupa keahlian dan dedikasinya yang terbaik dalam pembangunan di Kalbar.
Dan dalam bidang pendidikan, dapat mencurahkan perhatian dalam pendidikan anak bangsa.
Kesuksesan di Akhir Tahun
Borneo Tribune, Pontianak
Suksesnya Harian Borneo Tribune memberikan penghargaan Man Of The Year 2008 kepada 4 Tokoh Kalbar, Drs. Cornelis,MH, Ir. Zulfadhli, Ir.M.Fanshurullah Asa,MT dan Djamaludin Malik dan kegiatan ini dilaksanakan merupakan sebuah upaya besar Harian Borneo Tribune untuk mengembangkan kultur apresiatif terhadap segala karya yang dibuat putra terbaik Kalbar.
Menurut Pimpinan Redaksi Harian Borneo Tribune H.Nur Iskandar empat tokoh penerima penghargaan Man Of The Year 2008 untuk masing-masing kategori memang patut dan pantas mendapat penghargaan itu. Gubernur Kalbar Drs. Cornelis,MH dan Ketua DPRD Provinsi Kalbar Ir. H. Zulfadhli, karena kedua tokoh ini dinilai berhasil membangun harmonisasi pemerintahan sepanjang tahun 2008. Dan untuk kategori bidang pendidikan diraih oleh Anggota DPR RI Dapil Kalbar M. Fansurullah Asa tokoh muda asal yang berjuang untuk Kalbar ini dinilai berprestasi sehingga layak memperoleh penganugrahan. Karena kepeduliannya di dunia pendidikan, tokoh ini berkomitmen memotong separuh gajinya untuk memberikan bea siswa kepada putra putri kalbar.
Sementara untuk kategori ekonomi dan bisnis, penghargaan ini diraih oleh Dirut PT. Bank Kalbar Djamaludin Malik. Prestasi Bank terbesar di kalbar ini yang dikelola olehnya dan sempat mendapatkan award tingkat nasional dalam menekan pengerakan ekonomi secara mikro.
"Kita ingin memberi inspirasi kepada khalayak tentang pentingnya menghargai sebuah prestasi. Dan Kami akui penyelenggaraan Man Of The Year 2008 ini masih ada beberapa kekurangan dalam kegiatan perdana ini, namun untuk tahun depan kita akan menyelenggarakannya acara ini lebih baik lagi," ungkapnya.
Suksesnya Harian Borneo Tribune memberikan penghargaan Man Of The Year 2008 kepada 4 Tokoh Kalbar, Drs. Cornelis,MH, Ir. Zulfadhli, Ir.M.Fanshurullah Asa,MT dan Djamaludin Malik dan kegiatan ini dilaksanakan merupakan sebuah upaya besar Harian Borneo Tribune untuk mengembangkan kultur apresiatif terhadap segala karya yang dibuat putra terbaik Kalbar.
Menurut Pimpinan Redaksi Harian Borneo Tribune H.Nur Iskandar empat tokoh penerima penghargaan Man Of The Year 2008 untuk masing-masing kategori memang patut dan pantas mendapat penghargaan itu. Gubernur Kalbar Drs. Cornelis,MH dan Ketua DPRD Provinsi Kalbar Ir. H. Zulfadhli, karena kedua tokoh ini dinilai berhasil membangun harmonisasi pemerintahan sepanjang tahun 2008. Dan untuk kategori bidang pendidikan diraih oleh Anggota DPR RI Dapil Kalbar M. Fansurullah Asa tokoh muda asal yang berjuang untuk Kalbar ini dinilai berprestasi sehingga layak memperoleh penganugrahan. Karena kepeduliannya di dunia pendidikan, tokoh ini berkomitmen memotong separuh gajinya untuk memberikan bea siswa kepada putra putri kalbar.
Sementara untuk kategori ekonomi dan bisnis, penghargaan ini diraih oleh Dirut PT. Bank Kalbar Djamaludin Malik. Prestasi Bank terbesar di kalbar ini yang dikelola olehnya dan sempat mendapatkan award tingkat nasional dalam menekan pengerakan ekonomi secara mikro.
"Kita ingin memberi inspirasi kepada khalayak tentang pentingnya menghargai sebuah prestasi. Dan Kami akui penyelenggaraan Man Of The Year 2008 ini masih ada beberapa kekurangan dalam kegiatan perdana ini, namun untuk tahun depan kita akan menyelenggarakannya acara ini lebih baik lagi," ungkapnya.
- «
- Mulai
- Sebelumnya
- 581
- 582
- 583
- Berikutnya
- Akhir
- »
Halaman 582 dari 583
