You are here

Suharjo: Waspada Serangan Jamur

Seringnya terjadi hujan beberapa hari terakhirnya di Kabupaten Kubu Raya membuat para petani harus mewaspadai serangan jamur terhadap tanaman padi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Kubu Raya, Suharjo mengatakan ini dilakukan karena terjadi di saat pasang laut dan musim hujan yang terjadi saat ini. “Jika padi terserang jamur tersebut, maka dalam waktu yang cukup singkat bisa mati,” kata Suharjo ditemui Senin (7/11).

Suharjo menuturkan untuk mengantisipasi hal tersebut, para petani mesti menjaga saluran irigasi agar air tidak tergenang. Pihaknya sudah mendapatkan laporan dari petani yang ada di Kecamatan Batu Ampar, di mana serangan jamur sudah terjadi di sana. Para petani juga meminta bantuan pembasmi hama jamur kepada Distannak Kubu Raya.

“Informasi mengenai adanya serangan jamur tersebut sudah terjadi di Batu Ampar dan para petani minta bantuan di kepada Distannak Kubu Raya untuk pembasmi hamannya,” ucap Suharjo.

Menurut Suharjo, meski saat ini curah hujan tinggi, namun pihaknya belum mendengar adanya laporan tanaman petani yang terendam banjir. Untuk mengantisipasi serangan jamur tersebut, Distanak Kubu Raya akan selalu melakukan pemantauan di lapangan melalui Petugas Penyuluh Lapangan yang ada di setiap kecamatan.

“Oktober lalu, sebagian besar petani sudah melakukan penanaman, hanya petani di daerah Kecamatan Sungai Kakap yang belum. Hal ini jelas akan membahayakan petani jika saluran irigasi mereka tidak baik. Jika terjadi serangan jamur secara besar-besaran, kita akan turun langsung ke lapangan dan memberikan bantuan obat-obatan bagi petani,” tutur Suharjo.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Metereologi, Klimatologi dan Goefisika (BMKG) Supadio Pontianak, Sri Ningsih mengatakan beberapa wilayah Kalimantan Barat mendapatkan curah hujan cukup tinggi pada bulan November ini.

“Curah hujan cukup tinggi terjadi di daerah Kalimantan Barat bagian Timur seperti Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu dan Sekadau, dengan intensitas hujan lebih dari 500 milimeter. Curah hujan tinggi juga terjadi di wilayah Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kubu Raya, Ketapang dan Kayong Utara, dengan intensitas hujan 400 hingga 500 milimeter,” ungkap Sri.

Sri menambahkan jika berbagai saluran air yang ada di setiap daerah tidak dibersihkan, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi banjir, meski anomali air tidak terlalu tinggi. “Kita mengimbau masyarakat untuk waspada,” tambah Sri.