You are here

Siswi SMPN 2 Sungai Raya Tewas Tergilas

Seorang siswi kelas III A, SMPN 2 Sungai Raya, Desfianti, Rabu (3/2) pukul 12.50 tewas seketika di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Diduga korban terlindas tronton KB 9888 GM

Seorang siswi kelas III A, SMPN 2 Sungai Raya, Desfianti, Rabu (3/2) pukul 12.50 tewas seketika di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Diduga korban terlindas tronton KB 9888 GM

Sebelumnya, Desfianti dijemput ayahnya, Bunawi (55) pulang sekolah. Dengan mengendarai sepeda motor bernomor polisi KB 4046 WU bapak dan anak ini meninggalkan sekolah menuju ke rumah mereka di komplek Lapas Anak di Jalan Adisucipto.

Di saat depan Kompi Zeni Bangunan (Zibang) Angkatan Darat, Bunawi berusaha menyalib tronton yang ada di depannya. Sementara dari arah berlawanan ada mobil lain yang sedang melintas.

Hal ini membuat Bunawi tak dapat mengendalikan laju motornya lantas membanting stang ke kiri tetapi terbentur tronton sehingga motornya terpelanting ke kanan dan sempat menyenggol mobil lainnya yang ada di seberang jalan, akhirnya jatuh.

Setelah sempat menyenggol mobil di seberang jalan, motor yang dikendarai Bunawi masuk ke kolong tronton tersebut, hingga anaknya tergilas ban. Ini menyebabkan Desfianti meninggal seketika dan Bunawi kritis sehingga dilarikan ke RSUD Dr Soedarso.

“Motor itu dari jauh laju hendak menyalib tronton. Begitu melihat ada mobil di depan motor langsung banting stang ke kiri dan sempat mengenai mobil brimob sedikit sebelum motornya oleng lagi ke kanan dan keduanya terlindas tronton,” ungkap IPDA Aan Supriatan yang ikut dalam mobil Brimob.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian seketika menyemut di lokasi kejadian, tak terkecuali guru dan teman-teman Desfianti. “Dia anaknya rajin, pandai bergaul juga pintar anaknya,” ungkap M Imron Guru Desfianti

“Dia itu nanti sore mau latihan pramuka disekolahnya,dia pulang dulu kerumah dan nanti sore baru ke sekolah lagi,” ungkap Indah (16) pengajar Pramuka Desfianti yang juga mantan kakak kelasnya

Warga sekitar banyak yang tidak mengetahui pasti kejadian tersebut karena jalanan dalam keadaan sedikit ramai. Warga baru mengetahui setelah terjadi kecelakaan tersebut.

Bunawi yang masih kritis mendapatkan perawatan intensif sementara jenazah Desfianti di bawa ke Dokkes Polda Kalbar sebelum akhirnya di bawa ke rumah duka. Kejadian tersebut pun masih ditangani Sat Lantas Pontabes Pontianak


Sementara itu, Lidia (14) siswi kelas III E teman sekolah Despianti ditemui di tempat kejadian perkara (TKP) mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologis kecelakaan. Ia baru mengetahui setelah diberitahu guru yang saat itu berada di sekolah.

 “Katanya sudah sampai di depan gang, korban yang diboncengi oleh ayahnya hendak membelok, tapi tergilas mobil,” ujarnya di lokasi kejadian.

Sementara itu, kernet mobil tronton yang dikendarai oleh Bintang juga mengakui tidak tahu persis tabrakan tersebut.

Menurutnya, tronton dari gudang hendak ke Pelabuhan namun di jalan Adi Sucipto mereka diminta berhenti. “Kami disuruh berhenti dan kami juga tidak tahu, kalau mobil kami yang menabrak, tapi bekasnya tidak ada,” kata kernet yang tidak mau namanya dikorankan.

Mengenai posisi supir pasca tabrakan? dengan lugas kernet ini menjawab sedang dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.