You are here

Pupuk Subsidi Dijual Sama dengan Non Subsidi

Kawasan usaha agrobisnis terpadu (KUAT) yang dicanangkan untuk Desa Mekar Sari, Sungai Raya, oleh Pj Bupati KKR sebelum Pilkada, sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah KKR definitive.

Meski telah dicanangkan beberapa tahun lalu, Dinas terkait dalam hal ini Pertanian, baru menyalurkan pupuk subsidi, yang terpaksa diambil petani dengan harga yang hampir sama dengan harga pupuk non subsidi.

Penyebab kenaikan harga, dijelaskan oleh penyedia pupuk karena medan yang sulit dilalui untuk menuju Desa Mekar Sari.

“Ini yang sangat kami sesalkan, pencanangan KUAT yang telah baik oleh pemerintah, ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Akibatnya harga pupuk subsidi yang sebetulnya terjangkau, menjadi naik hanya karena jalan yang sulit dilalui,” ujar Ali Amin, selaku Anggota Komisi C DPRD KKR.

Melihat program beras lokal yang telah diusung pemerintah KKR terhadap jajarannya, Amin berharap agar kendala infrastruktur yang masih ada terhadap pertanian, bisa diperbaiki. Bagaimanapun ini juga akan berdampak pada program beras local yang telah diusung tadi.

Amin sampai sekarang tidak tahu kenapa, pemerintah belum juga memberikan perhatian yang nyata pada masyarakat Mekar Sari. Meski telah berbeda era dari Pj ke difinitif, namun program yang bersentuhan dengan masyarakat tak ada salahnya dipertahankan.

Bagaimana pun juga, semua era kepemimpinan, pastilah bermuara untuk kesejehtaraan masyarakat juga. Baik pergantian Bupati maupun Kepala Dinasnya.

Pada saat pencanangan, Amin masih ingat bahwa Kepala Dinas Pertanian yang lama, Ardanihas siap membantu kondsi infra struktur Mekar sari agar pencanangan KUAT bisa terealisasi dengan baik. Namun ketika Ardanihas telah tergantikan oleh Suharjo, wacana tersebut sepertinya tersendat ditengah jalan. Alhasil, masyaraqkat petani hanya tetap pasrah dengan kondisi infra struktur yang ada.

Selain masalah jalan yang perlu segera mendapat sentuhan, permasalahan irigasi juga perlu segera disikapi. Karena di musim hujan seperti saat ini,  

Cukup banyak padi yang sawah yang tergenang. Dimana hal ini disebabkan oleh kurang tertatanya aliran air yang dimiliki. Untuk itu, pemerintah KKR juga diharapkan bisa segera turun tangan memberi solusi terbaik.

Karena dengan musibah seperti ini, ada 120 hektar pertania di Mekar Sari yang sudah terendam. Dimana hal ini dipastikan akan mengurangi kapasitas panen petani. Sebuah kerugian yang sangat besar, yang mesti dialami oleh para petani. “Untuk padi jelas akan berkurang, kalau untuk jagung jangan tanya, karena pada umumnya dipastikan gagal panen semua,” jelas Amin.