Hasil pembuangan limbah pabrik PT. MAR jika beroperasi kelak akan dimanfaatkan untuk tanaman sawitnya sendiri. Bahkan dari perkiraan yang ada, jumlah limbah tersebut dirasa kurang.
Hal ini diketahui oleh jajaran Komisi C saat mengunjungi persiapan pembangunan pabrik pengolahan sawit di desa Arus Deras, kecamatan Teluk Pakedai, Senin (2/8) kemarin.
Pembangunan pabrik yang sudah berjalan lebih dari 75 persen ini, sudah memiliki planning mekanisme terhadap pembuangan limbahnya kelak.
Kijan selaku Manager Pabrik PT. MAR menjelaskan bahwa ada tiga tahapan dasar untuk menjadikan limbah memenuhi standar yang ditentukan.
Yang pertama adalah masuk tahapan pemisahan sebanyak mungkin terhadap limbah yang masih diangga tidak perlu. Tahapan selanjutnya adalah membunuh sebanyak mungkin bakteri merugikan. ”Dan tahapan terakhir adalah masuk dalam tahapan yang akan disemprotkan oksigen agar kandungan akhir tersebut ramah lingkungan,” jelas Kijan.
Begitu juga Herman selaku GM PT. MAR menjelaskan bahwa sembilan tabung yang akan dilalui oleh mekanisme limbah nanti, pasti akan memenuhi standar yang ditentukan. Artinya limbah final nanti dipastikan dapat digunakan sebagai wadah untuk memelihara ikan seperti lele, gabus atau nila.
Dengan kata lain ikan dapat hidup dari hasil buangan limbah nanti. Tapi hal tersebut dipastikan tidak akan terjadi, karena limbah tersebut akan digunakan untuk perkebunan sawit PT. MAR sendiri. ”Bahkan jumlah yang ada terbilang kurang. Karena hasil limbah nanti akan habis diserap oleh sawit itu sendiri, yang penyalurannya akan diatur oleh alur-alur yang memang telah disediakan,” jelas Herman.
Terhadap pemaparan secara langsung dilapangan, Agus Sudarmansyah selaku Ketua Komisi C mengaku bahwa sistem yang disiapkan sudah baik.
Hanya saja perhitungan tersebut belum dibarengi dengan kenyataan nanti. Planning pabrik yang mulai beroperasi akhir tahun ini dapat saja meleset akibat kendala teknis. ”Untuk itu, kita hadir disini untuk mengantisipasi sejak dini, terhadap limbah nanti jangan sampai menjadi masalah di belakang hari,” jelas Agus.
Terhadap dampak lain, seperti dampak sosial juga diharapkan harus dijaga dengan baik. Karena meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara tidak langsung akan diikuti oleh tingkat kecemburuan sosial juga.
Yang pasti berbagai aturan yang ditetapkan jangan sampai diabaikan oleh pihak perusahaan, karena hal tersebut akan mendatangkan banyak kerugian bagi semua pihak.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
