Peran serta perawat di KKR akan segera dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Maklum saja, dengan tugas mulia yang diemban, nasib tenaga medis ini belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah daerah maupun pusat.
Sebagai Dewan Penasehat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) KKR, Rosalina Muda Mahendrawan merasa prihatin terhadap nasib para perawat yang ada di Kalbar khususnya di Kubu Raya.
Sejauh ini, Rosalina juga tidak mengetahui mengapa nasib para perawat begitu memprihatinkan. "Mungkin perwakilan dari para perawat sampai saat ini belum ada yang duduk di kursi legislatif untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar Rosalina.
Di Indonesia seorang perawat masih belum memiliki job description yang spesifik. Tidak seperti bidan atau dokter yang sudah memiliki wilayah kerja masing-masing. Tapi kalau kita lihat di luar negeri, seorang perawat sudah jelas jobnya dan tidak ada tumpang tindih dengan dokter," beber Rosalina lagi.
Sebagai Dewan Pembina, diharapkan keberadaan para perawat yang ada di Kubu Raya bisa semakin solid. Sebab hingga saat ini belum ada payung hukum yang mengatur para perawat. Di sisi lain, hal ini pula menjadi tantangan bagi para perawat, karena para perawat tentu harus memperlihatkan terlebih dahulu kemampuan yang dimiliki
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
