Hal ini diingatkan oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan kepada seluruh masyarakat KKR, agar jangan sampai terjebak dengan
nuansa modernisasi global.
Sebagai kepala daerah, Muda berharap agar bermula pada momen bulan ramadhan setiap masyarakat diharapkan bisa menyadarainya
untuk dapat membersihkan diri.
Bulan baik yang sangat diagungkan oleh umat muslim ini, pastinya dimanfaatkan oleh siapa saja untuk berbuat baik dalam
mengumpulkan amal.
Tak perduli siapa yang yang dituju, siapa saja yang patut dibantu memang dianjurkan oleh Rasulullah bagi kita yang lebihmampu untuk
membantunya.
Tetapi tidak semua apa yang kita niatkan berjalan mulus seperti yang kita harapkan. ”Ada derajat keikhlasan yang menjadi nilai disana,”
jelas Muda.
Dimana bagi seseorang yang dengan sangat ikhlas menyumbang pembangunan masjid sangat besar pahalanya di mata Allah swt,
meskipun nilainya mungkin hanya seribu perak. Terlebih saat memberi menyumbang ini, sang hamba Allah tida ingin diketahui orang
lain.
Hal-hal semacam ini yang sangat perlu dijaga dan diresapi. Bila dibandingkan dengan hamba Allah yang memberi sumbangan masjid
namun ingin diketahui khlayak ramai, ini tentu berbeda nilai pahalanya. Meskipu sumbangannya hingga berjuta-juta sekalipun, namun
hal ini tidak seperti anjuran Rasulullah. Apalagi saat menyumbang ingin diketahui bahwa dirinya telah menyumbang banyak.
”Disinilah nilai derajat keikhlasan yang perlu kita kejar. Setiap orang mungkin sudah pernah menyumbang, tetapi derajat keikhlasan
seperti tadi yang membedakannya,” terang Muda lagi.
Meresapi hidup ini janganlah melihat kesuksesan orang di atas kita, namun sebaliknya lihatlah orang yang masih banyak kesusahan di
bawah kita.
Dengan pemikiran seperti ini, maka kita lebih bisa hidup sederhana daripada harus berlomba menenteng berang baru karena mengacu
pada orang di atas kita tadi.
Tidak berguna juga berlomba-lomba mencari kemewahan di dunia ini. Lebih baik berlomba-lomba mengumpukan amal untuk bekal
diakhirat.
Hal inilah yang sangat di apresiaskan Muda, terlebih apa yang dilakukan bisa membantu dan mengurangi beban orang yang lebih
membutuhkan.
Untuk mengimbangi urusan dunia dan akhirat memang tidak dapat dipisahkan. Mengimbangi urusan akhirat silahkan dengan mencari
tabungan amal dan pahala sebanyak mungkin.
Sementara urusan dunia memang dapat dikatakan sebagai urusan yang banyak godaannya. Terlebih era globalisasi dan pergaulan yang
semakin ekstreem terus merasuki kehidupan lapisan manapun.
Menghindari hal ini memang bukan pekerjaan gampang, apalagi jika dilihat pergaulan lingkunga semuanya sama seperti itu.
Benteng-benteng keimanan dalam hal ini akan sangat berperan dalam menghindari hal negatif.
Berprilaku juga diharapkan selalu melandaskan dan berpikiran positif. Jangan sampai kita berprilaku negatif atau sampai melukai orang
lain, mengakali apalagi menjerumuskan teman sendiri. ”Kedepankalah pemikiran positif dalam setiap prilaku,” jelas Muda.
Hari raya juga tak sekedar hanya bersilaturahmi, bermaaf-maafan ataupun salam-salaman. Tetapi benamkanlah manfaat positif dari
semua itu.
Untuk masyarakat KKR, siapa saja silahkan datang dan menikmati hidangan ketupan dari beras lokal.
Manfaat positif yang diharapkan oleh Muda adalah bagaimana lebih menanamkan kcintaan masyarakat terhadap beras lokal dari daerah
sendiri.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
