You are here

Kontraktor Diimbau Rapikan Alat Kerja

Para kontraktor diharapkan dapat menjaga kelancaran lalu lintas menjelang dan sesudah lebaran ini. Jangan sampai masa libur menyambut hari raya justru menimbulkan kendala dari peralatan kerja kontraktor yang parkir di masing-masing lokasi.

Hal ini diingatkan langsung oleh Kadis Bina Marga dan Pengairan KKR, Siswanto, dimana peralatan kerja pada musim libur hari raya, pastinya banyak yang menggunakan badan jalan. ”Jangan sampai mengganggu lalu lintas lebaran yang pasti akan meningkat intensitasnya,” jelas Siswanto.

Perlunya ini diimbau, karena semua akan menyangkut pada keselamatan para pengguna jalan. Untuk mateial atau peralatan kerja lainnya pastinya harus diberi tanda agar lebih terlihat pada malam hari.

Misalnya saja material pasir, jangan sampai ada pengendara yang tidak tahu di badan jalan ada tumpukannya, sehingga bisa mengakibatkan kecelakaan apabila terlindas.

Terutama pada malam hari ini akan jauh sangat berbahaya, jangan sampai kelalaian kontraktor justru menimbulkan musibah bagi pengguna jalan.

Sejauh ini hal tersebut diakui Siswanto tidak terlalu bermasalah pada hari biasa. Dimana penggunaan badan jalan untuk material dan alat tidak terlalu dipermasalahkan. Namun ini sangat berbeda saat lebaran nanti.

Dapat dipastikan semua pasti hilir mudik mengunjungi sanak keluarganya. ”Ini yang kita khawatirkan. Apalagi bukan tak mungkin banyak anak-anak kecil yang sudah mengendarai motor namun mungkin kurang waspada,” jelas Siswanto.

Yang pasti untuk menghindari semua ini, diharapkan kepada seluruh kontraktor segera merapikan alat dan material kerjanya jangan sampai mengganggu penggunan jalan. Kalau pun memang harus mengganggu diharapkan juga dicarikan jalan terbaik agar seminimal mungkin tidak menghambat lalu lintas.

Begitu juga dengan  kondisi cuaca yang sering hujan akhir-akhir ini, diharapkan juga menjadi perhatian sendiri.

Jangan sampai hujan dijadikan alasan untuk berbagai hal. Bagaimana pun spek yang disepakati harus dikerjakan sesuai dengan apa yang seharusnya.

Kalau memang hujan ada yang memang harus dihindari, tapi kalaupun harus dikerjakan ya harus diantisipasi. ”Seperti pada rabat beton yang bisa saja menggunakan tenda agar tak terkena hujan,” jelas Siswanto.

Begitu juga dengan pekerjaan yang manual atau langsung menggunakan man power. Dimana ini harus dapat diperhitungkan dengan cermat untuk kondisi yang memang ekstrem dan kemampuannya juga.

Sehingga waktu yang tersisa ini diharapkan digunakan demi mencapai hasil yang maksimal pula.