You are here

Kepsek Keluhkan Bangunan Tak Sesuai Bestek

Laporan masyarakat yang kecewa terhadap pembangunan sekolah kembali terjadi. Setelah proyek SMK Pertanian yang diributkan lintas komisi beberapa waktu lalu, kali ini SDN di Desa Padang Tikar I dan II, Kecamatan Batu Ampar juga mendapat respon negative dari masyarakat setempat.

Masyarakat di dua daerah ini kesal terkait kualitas dan kuantitasnya yang diindikasikan tidak sesuai bestek yang ada. Hal ini diutarakan langsung oleh M. Hatta selaku Kepsek SDN 20 Medan Seri, Padang Tikar.

“Kami mengeluhkan lantai cor bangunan yang sudah mulai retak, karena sangat tipis dan ini tentu saja membahayakan keselamatan. Kemudian saat berjalan diatasnya, lantai seperti berderak-derak, serta plafondnya juga tak ada,” jelas Hatta.

Menurutnya, pembangunan proyek tersebut juga tidak menyertakan papan plang seperti proyek resmi pemerintah pada umumnya. Bahkan yang lebih mirisnya adalah upah tukang dan belanja material juga belum dibayar.

“Kepala tukangnya mengeluh kepada saya. Ia tak berani pulang ke rumah karena ditagih karyawan toko. Pihak sekolah yang kerap menjadi sasaran aduan dan tagihan,” kesal Hatta.

Pembangunan SDN 20 Medan Seri, Desa Padang Tikar 1 menelan dana tidak kurang Rp160.000.000.  Sementara pembangunan SDN 16 Parit Panglima, Desa Padang Tikar 1 juga memakan dana Rp114.000.000.

Pembangunan dan perehaban proyek SDN di Kecamatan Batu Ampar ini, diduga kuat belum selesai dari segi kualitas dan kuantitas.  ”Makanya kita minta Kejaksaan Negeri Kalbar dan Kepolisian melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Konflik pembangunan SDN di Kecamatan Batu Ampar ini sebetulnya sudah dilaporkan ke salah satu anggota DPRD Kubu Raya via sms/telpon. Namun sepertinya kurang direspon positif.