You are here

Harga Daging dan Sembako Masih Wajar

Menjelang perayaan Idul Adha, harga sembilan bahan pokok (sembako) dan daging sapi yang ada di Kubu Raya masih terbilang normal.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kubu Raya melihat jika harga yang ada di pasaran untuk daging sapi mengalami kenaikan yang tidak begitu berarti.

“Daging sapi mengalami kenaikan sekitar Rp 1000 per kilonya menjadi Rp 75 ribu. Sementara sembako mengalami kenaikan dan penurunan harga,” kata Kabid Perdagangan Disperindag Kubu Raya, Syamsurizal, Selasa (1/11).

Menurut Syamsurizal, yang mengalami kenaikan harga justru pada daging ayam lokal sedangkan daging ayam ras/ayam putih.

“Daging ayam ras pada minggu pertama Rp 25 ribu, kemudian minggu ketiga menjadi Rp 19 ribu dan minggu ke empat menjadi Rp 20 ribu. Jika di kalkulasi malah menjadi penurunan harga ayam di pasaran,” ucap Syamsurizal.

Syamsurizal menuturkan pihaknya tetap akan melakukan pemantauan terkait ketersediaan stok barang-barang tersebut. Jika terjadi kenaikan harga yang signifikan di pasaran, pihaknya akan melakukan operasi pasar.

“Jika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kita akan melakukan tindakan nyata seperti operasi nyata. Namun kami akan tetap berkoordinasi dengan para pedagang mengenai kenaikan harga tersebut,” tutur Syamsurizal.

Syamsurizal mengungkapkan, jika para pedagang seenaknya menaikkan harga maka pihaknya dapat melakukan intervensi kepada pedagang.

“Kita selalu melakukan koordinasi dengan para pedagang agar tidak melakukan kenaikan harga se enaknya. Tapi selama pemantauan yang kami lakukan, kenaikan harga masih dalam batas wajar,” ungkap Syamsurizal.

Syamsurizal menjelaskan harga sembako seperti bawang merah minggu pertama Oktober sekitar Rp 18 ribu, kemudian minggu  ke empat menjadi Rp 13 ribu. Hal yang sama terjadi pada bawang putih dari Rp 11 ribu menjadi Rp 7 ribu. Bawang bombay dari Rp 11 ribu menjadi Rp 13 ribu.

“Ketiga jenis bawang itu terjadi penurunan. Tepung terigu masih stabil, gula pasir masih kisaran Rp 10 ribu. Sementara minyak goreng curah Rp 9500 sedangkan kemasan perliternya Rp 13 ribu,” jelas Syamsurizal.

Untuk saat ini, Disperindag Kubu Raya belum menemukan adanya permainan harga di tingkat pedagang menjelang Idul Adha ini.

“Jika dibandingkan tahun lalu, sekarang lebih stabil harganya. Sekarang para pedagang sudah memahami, kami sudah menyampaikan agar mereka tidak melakukan kenaikan harga sendiri,” tambah Syamsurizal.