Pontianak-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kubu Raya Sujiwo mendesak pemerintah untuk menarik kembali tabung elpiji ukuran tiga kilogram di kabupaten itu karena membahayakan masyarakat.
"Penarikan tabung elpiji tiga kilogram yang telah terlanjur beredar di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak dan Kota Pontianak, hendaknya cepat dilakukan sebelum korban akibat ledakan tabung itu bertambah," kata Sujiwo di Sungai Raya, Kubu Raya, Kamis.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah dan Pertamina untuk meningkatkan pengawasan distribusi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat pengguna. "Selama ini masyarakat belum banyak yang mengetahui cara aman menggunakan elpiji untuk keperluan memasak sehingga menimbulkan korban," katanya.
Menurut Sujiwo, Pertamina tidak sekedar melakukan sosisalisasi tetapi juga harus mengawasi secara ketat peredarannya. Jadi secara rutin agen resmi Pertamina harus melakukan pengecekan langsung di lapangan.
"Jangan asal jual saja terus dibiarkan, karena di negara-negara maju itu ada kontrol secara rutin, baik dari agen hingga konsumen," kata legislator dari PDIP itu.
Sementara Pengawas Kualitas Region II Petamina Pusat, Kurdianto ketika melakukan razia tabung elpiji tiga kilogram ilegal di Pontianak Juli, menjelaskan masyarakat hendaknya lebih teliti dalam membeli di agen, seperti memeriksa label Standar Nasional Indonesia dan memeriksa tabung itu sendiri apakah bocor atau tidak.
"Masyarakat jangan mau menerima tabung yang tidak layak pakai, meskipun sudah berlabel SNI, tetapi sudah karatan dan bocor sehingga membahayakan keselamatan konsumen," kata Kurdianto.
Kurdianto menjelaskan, ciri-ciri tabung elpiji berlabel SNI, yakni kalau digosok dengan besi, catnya tidak mudah mengelupas, ada nomor produksi sebanyak enam digit yang dikeluarkan pabrik.
Menurut dia, saat ini ada 70 produsen tabung elpiji tiga kilogram yang resmi. Pertamina Rayon VII Provinsi Kalbar, telah mendistribukan paket gas tiga kilogram ke tiga daerah di Kalbar, yaitu Kabupaten Pontianak, Kubu Raya, dan Kota Pontianak.
Saat ini sekitar 246 ribu rumah tangga yang telah menggunakan gas subsidi tiga kilogram di tiga kota itu, konversi minyak tanah bersubsidi ke elpiji di Kalbar, sekitar 47 ton.
Data Pertamina Kalbar, saat ini kebutuhan gas untuk tiga kilogram sebanyak 20 ton perhari, berat 12 kilogram sebanyak 50 ton perhari.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
