You are here

Canangkan Kembali Negara Agraris

Nama besar negara Indonesia sebagai negara agraris harus dapat dibangkitkan kembali. Program pemerintah KKR terhadap kebijakan konsumsi beras lokal, harus dapat dimaksimalkan agar bisa menjadi pencetus untuk kebangkitan kembali.

Indonesia mengalami kemerosotan sejak beberapa tahun silam, dahulu bangsa ini begitu jaya dengan mengekspor beras ke berbagai negara. Namun saat ini kondisinya telah terbalik, yang ada justru Indonesia mesti mengimpor beras untuk kebutuhan pokok rakyatnya.

“Kondisi inilah yang menjadi landasan berpikir kita, untuk mencari terobosan baru agar kesejahteraan para petani bisa terjamin. Pemberdayaan beras hasil panen lokal adalah salah satu jawaban dari tantangan tersebut,” jelas Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Pada kebijakan yang telah diberlakukan di awal tahun 2010 ini, Muda mengaku akan mendistribusikannya terlebih dahulu bagi kalangan PNS KKR.

Dimana Insya Allah dalam satu bulan produksi beras lokal yang sudah siap untuk dikonsumsi ini bisa mencapai 200-300 ton.

Program yang digagas oleh penggagas KKR ini memiliki tujuan yang sangat jelas, untuk membangkitkan gairah petani dan jaminan pasar yang jelas dan sistemik.

"Jelas sekali saya ingin masyarakat luas selain PNS KR, juga bisa tertarik dan mengkonsumsi beras ini. Sehingga lahan-lahan yang masih 'tidur' bisa dimanfaatkan dan diberdayakan untuk menanam padi. Sebab untuk saat ini menanam padi adalah cara yang cepat untuk mengatasi penggangguran yang masih tinggi di KKR ini," harap Muda.

Dengan lahirnya koperasi Grameen di KKR, pada masyarakat miskin yang ingin memiliki usaha dan terkendala pada permodalan diharapkan bisa terakomodir tanpa banyak mekanisme yang mesti dilewati.