You are here

Warga Geram, Usaha Rumah Walet Dipertanyakan

Warga Desa Sukabangun geram, karena lingkungan Desa Sukabangun tidak lama lagi akan dibangun penangkaran sarang burung wallet yang terletak di pemukiman warga, rumah ibadah dan sekolah.

Warga Desa Sukabangun geram, karena lingkungan Desa Sukabangun tidak lama lagi akan dibangun penangkaran sarang burung wallet yang terletak di pemukiman warga, rumah ibadah dan sekolah.

“Saya sebagai warga yang dekat dengan lingkungan bangunan yang bakal dibangun penangkaran sarang burung walet ini merasa tidak pernah memberikan izin lingkungan kepada saudara Ati, eh, tahu-tahunya bangunan itu sudah berdiri, kapan pemilik bangunan itu meminta izin lingkungan untuk membangun bangunan penangkaran walet,” kata Sumarani, warga Sukabangun, Senin (22/3)

Menurutnya, Pemda tidak pernah memberikan izin untuk bangunan penangkaran sarang burung walet untuk pembanguan di dalam kota.

Hal senada juga diungkapkan, Pawi, warga Desa Sukabangun yang rumahnya persis di belakang bangunan penangkaran.

“Saya juga tidak pernah merasa memberikan izin lingkungan kepada pemilik bangunan ini, untuk membangun penangkaran sarang burung walet. Karena adanya bangunan penangkaran akan sangat mengganggu ketenangan warga di sekitarnya, karena suara-suara burung wallet itu,” kata Pawi.

Isnen, warga sekitar bangunan juga sangat menyesalkan bangunan tersebut. “Saya sudah tua, pengen istirahat dengan tenang kalau ada perumahan wallet yang menimbulkan suara riuh mana bisa saya istirahat,” ungkap laki-laki tua ini.

Kepala Desa Sukabangun, Alamsyah, saat dihubungi via telepon justru sedang di luar jangkauan.

Sedangkan daerah yang disahkan untuk dibangun rumah usaha walet adalah Desa  Baru, Negeri Baru dan Ketapang Kecil.