You are here

Sepanjang 2 Km Jalan Menuju Taman Makam Kerajaan Tanjungpura Terendam

Sepanjang 2 kilometer (km) akses jalan menuju Tamam Makam Kerajaan Tanjungpura Desa Tangjungpura Kecamatan Muara Pawan tergenang air. Kondisi ini sudah berlangsung selama 2 bulan terakhir.

Hal  ini membuat warga terhambat, karena air yang terus menggenangi ini harus dilalui dengan menggunakan sampan Kato seharga Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per sekali melintas “Sudah 2 bulan terakhir ini, jalan menuju Taman Makam Tanjungpura tergenang air sepanjang 1 kilometer hingga 2 kilometer, akibat hujan yang mengguyur kawasan jalan Taman Makam Tanjungpura, akibatnya banyak warga yang kesulitan melewati jalan ini menuju ke Taman Makam Tanjungpura yang terletak di Desa Tanjungpura,” kata Edy, Pegawai Puskesmas di Desa Tanjungpura, Senin (1/3) kemarin.

Situs sejarah Taman Makam Kerajaan Tanjungpura ini memiliki panjang jalan hingga 20 kilometer yang menghubungkan empat desa. Tepatnya di daerah Mensubuk Desa Tanjungpura.

Dikatakannya, fenomena genangan air ini setiap tahunnya selalu menjadi langganan banjir dan menghambat aktivitas warga Desa Tanjungpura dan empat desa yang ada di sekitarnya. “Saya tahu dari tahun 2007- 2010, kejadian banjir ini terus saja terjadi dan menjadi langganan banjir tahunan,” ujarnya.

Menurutnya, penimbunan jalan Taman Makam Kerajaan Tanjungpura Desa Tanjungpura Kecamatan Muara Pawan yang dilakukan Dinas PU Ketapang

pada tahun lalu, manfaatnya tidak terasa, karena daerah Mensubuk (Lubuk Dalam) selalu mengalami kebanjiran.

“Menurut hemat saya jalan ini terutama daerah Mensubuk yang sepanjang 2 kilometer ini yang rentan dengan banjir, lebih baik dibuat jembatan saja, karena kawasan Mensubuk (Lubuk Dalam ) tanahnya gambut, jadi walaupun ditimbun berkali-kali daerah ini, bakal mengalami banjir lagi,” sarannya.

Sementara, Seketaris PMI Ketapang, Pitriyadi, yang baru-baru ini menyalurkan bantuan bencana banjir di Desa Tanjungpura dan desa-desa yang ada di sekitarnya membenarkan hal tersebut. “Jalan menuju Taman Makam Kerajaan Tanjungpura yang merupakan kawasan objek wisata sejarah ini setiap tahunnya menjadi daerah yang rentan akan bencana banjir, apalagi di Daerah Mensubuk (Lubuk Dalam) yang selalu saja terendam air setiap tahunnya,” tandas Pitriyadi.